![]() |
Radio yang dahulu hanya dikenal sebagai media audio, kini mulai berevolusi menjadi media visual interaktif yang mampu menjangkau pendengar lintas platform. Inovasi inilah yang mulai diterapkan oleh LPPL Radio Sasaraina melalui konsep “radio yang dapat ditonton”.
Direktur Program dan Penyiaran LPPL Radio Sasaraina, Rahadya mengatakan, transformasi yang dilakukan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan media visual dan platform digital. Jika sebelumnya pendengar hanya menikmati suara penyiar melalui gelombang radio atau streaming audio, kini masyarakat dapat menyaksikan langsung proses siaran melalui video streaming, media sosial, hingga platform web TV.
![]() |
| LPPL Radio Sasaraina Mentawai Hadirkan Format Siaran Radio yang Dapat Ditonton |
Konsep radio visual atau visual radio kata Pakde, bukan sekadar menambahkan kamera di ruang siaran. Lebih dari itu, format ini menghadirkan nuansa komunikasi yang lebih dekat, lebih hidup, dan lebih interaktif. Pendengar tidak hanya mendengar suara penyiar, tetapi juga dapat melihat ekspresi, suasana studio, narasumber, hingga proses produksi siaran secara langsung. Hal ini tentu memberikan pengalaman baru yang lebih menarik dan modern.
Kehadiran format siaran radio yang dapat ditonton juga menjadi bentuk adaptasi LPPL Radio Sasaraina terhadap era konvergensi media. " Saat ini batas antara radio, televisi, dan media digital semakin tipis. Masyarakat ingin memperoleh informasi secara cepat, praktis, dan menarik dalam satu waktu. Oleh karena itu, integrasi antara radio dan visual menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut," ujarnya
Selain sebagai sarana hiburan dan informasi, lanjutnya, format visual radio juga memiliki nilai strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal, LPPL Radio Sasaraina memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan daerah, edukasi masyarakat, promosi budaya lokal, hingga penyebaran informasi kebencanaan dan layanan pemerintah. Dengan dukungan visual, penyampaian informasi menjadi lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat.
Pakde menambahkan, inovasi radio tv berbasis web ini juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan konten kreatif daerah. Program talkshow, dialog publik, liputan budaya, musik lokal, hingga program edukasi kini dapat dikemas lebih menarik dan memiliki potensi menjangkau audiens yang lebih besar melalui platform digital seperti YouTube, Facebook Live, Tiktok, Instagram, Twitch, maupun website resmi radio.
Langkah LPPL Radio Sasaraina menghadirkan format siaran radio yang dapat ditonton merupakan bukti bahwa radio tetap relevan di era digital. Radio tidak lagi hanya menjadi media “untuk didengar”, tetapi juga media yang mampu menghadirkan pengalaman visual dan interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi radio lokal sebagai media informasi, hiburan, edukasi, dan perekat sosial masyarakat daerah. Dengan semangat transformasi digital, LPPL Radio Sasaraina menunjukkan bahwa radio terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai media pelayanan publik.
“Kehadiran format siaran radio yang dapat ditonton menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan informasi publik. Kami berharap inovasi ini mampu mendekatkan radio dengan generasi muda sekaligus memperkuat peran LPPL Radio Sasaraina sebagai media informasi, edukasi, hiburan, dan promosi budaya daerah berbasis digital,” pungkasnya
Penampilan Sasaraina TV pada website https://www.bilradio.online



0Komentar