![]() |
| Rapat Paripurana DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kepulauan Mentawai 4 Oktober 1999 - 4 Oktober 2026 dipimpin Ketua DPRD Ibrani Sababalat, SH |
Momentum tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai yang digelar di Gedung Sekretariat DPRD Mentawai, Km 4 Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Minggu (4/10/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kepulauan Mentawai, Ibrani Sababalat, S.H., mulai pukul 14.00 WIB. Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana dan Wakil Bupati Jakop Saguruk, serta mantan kepala daerah yang pernah memimpin Mentawai pada periode sebelumnya.
Kehadiran para pemimpin lintas periode tersebut menjadi simbol kesinambungan pembangunan sekaligus pengingat bahwa kemajuan Mentawai membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sejarah Perjuangan Mentawai: Dari Gerakan 1982 hingga Menjadi Kabupaten
Dalam rapat paripurna tersebut, Kabag Organisasi, Sari Dewi, S.H., M.H., memaparkan kilas balik perjuangan masyarakat Mentawai hingga terbentuk sebagai daerah otonom.
Perjuangan untuk mewujudkan Mentawai sebagai kabupaten mandiri telah dimulai sejak 1982. Gerakan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, tokoh daerah, serta Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mentawai (IPPMEN), yang ketika itu diketuai Yudas Sabaggalet.
Perjuangan panjang itu mencapai tonggak penting pada 4 Oktober 1999, ketika pemerintah menetapkan Undang-Undang Nomor 49 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Setelah penetapan undang-undang tersebut, Badril Bakar dilantik sebagai Penjabat Bupati pertama Kabupaten Kepulauan Mentawai dan memimpin daerah itu sejak 12 Oktober 1999 hingga 2001.
Kilas balik sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa berdirinya Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan hasil perjuangan kolektif yang perlu diteruskan melalui pembangunan nyata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mantan Bupati Edison dan Yudas Hadir, Tekankan Pentingnya Kebersamaan
Salah satu momen penting dalam peringatan Hari Jadi Mentawai ke-27 adalah kehadiran mantan Bupati Edison Saleulubaja, yang memimpin selama dua periode pada 2001–2011, serta Dr. Yudas Sabaggalet, S.E., M.M., yang menjabat pada 2012–2022.
Turut hadir mantan Wakil Bupati Kortanius Sabaggalet dan mantan Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori, S.E.
Dalam sambutannya, Yudas Sabaggalet menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah daerah, DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.
Mengutip nasihat mantan Bupati Edison Saleulubaja, Yudas mengingatkan para pemimpin agar mampu memanfaatkan ruang dan waktu secara cerdas dengan tetap berpegang pada cita-cita besar bagi kemajuan daerah.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memperluas jejaring dan kerja sama dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat maupun pemerintah di tingkat nasional.
Yudas turut menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan Mentawai, termasuk kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Menurutnya, jejaring kerja sama dan kemampuan memanfaatkan peluang menjadi bagian penting dalam mempercepat kemajuan Mentawai.
Bupati Rinto Wardana Fokus Infrastruktur, Listrik, dan Internet
Ia menyebut pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama pembukaan akses jalan baru, perluasan jaringan listrik, serta pemerataan akses internet hingga ke wilayah pelosok.
Pembangunan infrastruktur dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kepulauan Mentawai.
Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, pemerataan infrastruktur menjadi agenda strategis agar masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati akses pelayanan dan kesempatan pembangunan secara lebih merata.
Kesehatan dan Pendidikan Jadi Fondasi Pembangunan SDM
Selain infrastruktur fisik dan pengembangan pariwisata sebagai salah satu sektor potensial penyumbang pendapatan asli daerah (PAD), Rinto menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan layanan, antara lain melalui keberadaan Rumah Sakit Pratama di Sibeutut serta pembangunan lanjutan gedung RSUD dengan konstruksi beton tiga lantai.
Sementara pada sektor pendidikan, pemerintah berkomitmen memperluas kesempatan bagi putra-putri asli Mentawai untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus mempersiapkan generasi muda Mentawai agar mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rinto juga membacakan nama-nama tokoh dan pejuang daerah, baik yang telah meninggal dunia maupun yang masih hidup, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka bagi Kepulauan Mentawai.
Pemprov Sumbar Dukung Pemerataan Infrastruktur Mentawai
Dukungan terhadap pembangunan Mentawai turut disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman Rizal, M.M., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat.
Jasman menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia berharap Mentawai semakin mandiri, maju, dan mampu berkembang sejajar dengan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat.
Ia juga mengapresiasi kehidupan masyarakat Mentawai yang dinilainya menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat yang beragam.
Jasman menilai kekompakan antara DPRD dan kepala daerah menjadi modal penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Pemerintah provinsi, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang dukungan pembangunan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, khususnya untuk infrastruktur dasar seperti listrik dan akses internet broadband.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah kabupaten dalam mengatasi kesenjangan akses layanan dan konektivitas di wilayah kepulauan.
Pariwisata dan Pertanian Berpeluang Jadi Penggerak Ekonomi
Selain infrastruktur dasar, Jasman Rizal menyoroti potensi pariwisata Mentawai, terutama ombak yang dikenal di kalangan peselancar dunia, serta sektor pertanian yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, apabila potensi tersebut dikelola secara optimal dan didukung pembangunan yang terarah, Mentawai berpeluang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dalam satu dekade mendatang.
Pengembangan sektor unggulan tersebut membutuhkan dukungan konektivitas, infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas SDM, serta kerja sama yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.
Dengan demikian, tema “Mentawai Progresif” tidak hanya menjadi slogan peringatan, tetapi juga tantangan untuk memastikan potensi daerah dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Potong Kue dan Tumpeng, Simbol Persatuan Lintas Kepemimpinan
Suasana kebersamaan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ketua DPRD Ibrani Sababalat memotong kue peringatan, sementara Bupati Rinto Wardana melakukan pemotongan nasi tumpeng yang kemudian disuapkan kepada mantan Bupati Edison Saleulubaja dan Yudas Sabaggalet.
Momen tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pemimpin terdahulu sekaligus penegasan pentingnya kesinambungan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Rapat paripurna turut dihadiri Sekretaris Daerah Martinus Dahlan, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan lembaga perbankan, termasuk Bank Nagari, Bank BRI, dan Bank BNI.
Masyarakat juga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari area tenda yang disediakan panitia DPRD.
Memasuki usia ke-27, Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadapi agenda besar untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta mengoptimalkan potensi pariwisata dan pertanian.
Peringatan bertema “Mentawai Progresif” menjadi pengingat bahwa ukuran kemajuan daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga pemerataan manfaat pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terbukanya kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Mentawai.





.png)
