Notification

×

Iklan


 

Iklan

Mentawai Bidik 10 Besar Porprov XVI Sumbar, Perburuan Medali Masih Berlanjut

Jumat, 09 Oktober 2026 | Oktober 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-09T02:30:17Z

Mentawai Bidik 10 Besar Porprov XVI Sumbar, Perburuan Medali Masih Berlanjut

SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAI — Kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Di tengah persaingan ketat antarkabupaten dan kota, Mentawai optimistis mampu menembus 10 besar klasemen perolehan medali.

Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hasudungan Tampubolon, saat memberikan keterangan kepada awak media Kominfo Mentawai di venue Judo, Kamis (8/10/2026).




Hasudungan mengatakan, peluang Mentawai untuk terus menambah perolehan medali masih terbuka lebar. Sejumlah cabang olahraga masih menjalani pertandingan dan berpeluang menyumbangkan medali emas bagi kontingen Mentawai.

“Masih ada beberapa cabang olahraga yang berpeluang meraih medali emas, seperti Surfing dan Cricket. Pertandingan masih berlangsung dan kami optimistis dapat terus menambah pundi-pundi medali,” ujar Hasudungan.


Hingga saat ini, sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Mentawai telah memberikan hasil positif, di antaranya MMA, Kabaddi, Cricket, Surfing, dan Judo.


Pada pertandingan yang berlangsung 3 hingga 6 Oktober, cabang olahraga MMA dan Kabaddi menjadi salah satu penyumbang medali bagi Mentawai.


Dari cabang MMA, Mentawai berhasil meraih 5 medali emas, 6 perak, dan 2 perunggu, sekaligus menempatkan Mentawai sebagai juara umum MMA. Sementara dari cabang Kabaddi, Mentawai mengamankan 3 medali perak dan 2 medali perunggu.


Hasudungan berharap capaian tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh atlet Mentawai yang masih bertanding.


“Prestasi yang sudah diraih harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik bagi Mentawai,” katanya.


Judo Berjuang di Tengah Keterbatasan




Semangat serupa juga ditunjukkan atlet Judo Mentawai. Ketua Pengurus Cabang Judo Kabupaten Kepulauan Mentawai, Wilmar Sianturi, mengatakan keterbatasan fasilitas dan peralatan tidak menyurutkan semangat para atlet untuk bertanding.

Sebelum tampil di Porprov XVI, para atlet Judo Mentawai telah menjalani pembinaan dan latihan intensif yang dipusatkan di ATT Padang.


Menurut Wilmar, Mentawai menurunkan 13 atlet dari 16 kelas yang dipertandingkan.


Pada hari pertama, atlet Judo Mentawai langsung menunjukkan performa positif. Pasangan Fajar Siallagan dan Jose Prasetyo berhasil meraih medali emas pada kategori Nage-no-Kata, sementara Putri juga turut memberikan kontribusi bagi kontingen Mentawai.


Pada kategori Juno-Kata, Mentawai menurunkan Ranisa Putri dan Andini Eliza Putri. Sementara pada kelas +78 kilogram, Dhistia Irnas berhasil menyumbangkan medali perunggu. Medali lainnya juga diperjuangkan melalui kelas 70–78 kilogram oleh Raisai Putri.


Perolehan medali Judo Mentawai kemudian kembali bertambah pada hari ketiga pertandingan. Dari tiga kelas yang diikuti, atlet Mentawai berhasil menambah tiga medali perunggu.


“Pada hari ini dipertandingkan enam kelas. Kita menurunkan atlet di beberapa kelas dan tiga atlet kita berhasil meraih medali perunggu,” ujar Wilmar.


Pertandingan cabang olahraga Judo dijadwalkan masih berlangsung hingga Sabtu mendatang. Mentawai pun masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi medalinya.


Dorong Pembangunan Gedung Olahraga


Di balik perjuangan para atlet, persoalan fasilitas menjadi pekerjaan rumah yang masih perlu mendapat perhatian.


Wilmar berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat segera membangun gedung olahraga yang representatif untuk mendukung pembinaan atlet, khususnya cabang olahraga Judo.


Menurutnya, Mentawai saat ini telah memiliki matras Judo dengan nilai pengadaan yang cukup besar. Namun, keberadaan matras tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena belum tersedia tempat latihan yang memadai.


“Matras Judo sudah tersedia dan harganya cukup mahal. Sangat disayangkan kalau hanya ditumpuk karena belum ada tempat latihan yang representatif,” ungkapnya.


Selama ini, para atlet Judo masih harus mencari lokasi yang dapat digunakan untuk latihan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu kendala dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet.


Wilmar berharap ke depan pembinaan Judo Mentawai dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, termasuk dengan menghadirkan pelatih dari Padang untuk meningkatkan kualitas latihan.


Dengan perjuangan para atlet, tambahan medali dari sejumlah cabang olahraga, serta peluang emas yang masih terbuka, target Mentawai menembus 10 besar Porprov XVI Sumatera Barat 2026 kini masih sangat terbuka.


Perburuan medali pun belum berakhir. Mentawai masih memiliki kesempatan untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama Bumi Sikerei di panggung olahraga Sumatera Barat. (KT)


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update