Notification

×

Iklan


 

Iklan

Porprov XVI Berakhir, KONI Sumbar Langsung Bidik Tiket PON 2028: Perburuan Emas Dimulai!

Kamis, 15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T15:45:04Z

Foto Ilustrasi

SASARAINAFM.MY.ID | PADANG – Berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 bukan berarti perjuangan atlet Ranah Minang telah usai. Sebaliknya, penutupan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat itu menjadi titik awal bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar untuk membangun kekuatan menuju persaingan di level nasional.


Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa Porprov XVI yang kembali digelar setelah vakum selama delapan tahun harus menjadi fondasi pembinaan atlet secara berkelanjutan. Target berikutnya sudah menanti, yakni meloloskan sebanyak mungkin atlet Sumbar ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


“Ini baru satu tangga. Porprov bukan garis akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar untuk membawa olahraga Sumatera Barat bersaing di tingkat nasional,” tegas Hamdanus.


Menurutnya, persaingan ketat selama Porprov XVI telah melahirkan atlet-atlet potensial yang layak mendapatkan perhatian serius. Namun, keberhasilan di tingkat provinsi tidak boleh membuat pembinaan berhenti pada raihan medali, trofi, maupun sertifikat.


Hamdanus menilai, antusiasme para atlet yang berjuang hingga menitikkan air mata saat meraih kemenangan menunjukkan besarnya arti Porprov bagi perjalanan karier mereka. Semangat tersebut, kata dia, harus dijaga dan diarahkan menjadi modal untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.


“Banyak atlet kita yang terharu, bahkan menangis karena berhasil menjadi yang terbaik di ajang ini. Ini membuktikan betapa berartinya Porprov sebagai ruang pembuktian hasil latihan mereka. Namun, bagi KONI Sumbar, Porprov bukan garis akhir,” ungkapnya.


Ia menegaskan, sejak awal kepengurusannya, KONI Sumbar membawa dua agenda utama, yakni menyukseskan penyelenggaraan Porprov dan meningkatkan prestasi olahraga Sumatera Barat secara masif di tingkat nasional.


Bidik BK PON, Atlet Potensial Langsung Masuk Radar Pembinaan


Pasca-Porprov XVI, KONI Sumbar berkomitmen tidak membiarkan potensi para atlet berlalu tanpa tindak lanjut. Atlet berprestasi dan mereka yang menunjukkan kemampuan menonjol akan dipantau untuk dipersiapkan menghadapi agenda kompetisi berikutnya.


Fokus terdekat adalah menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) dan Babak Kualifikasi PON (BK PON) atau Pra-PON, termasuk pertandingan kualifikasi yang dijadwalkan berlangsung di DKI Jakarta.


Tahapan ini menjadi krusial karena keberhasilan melewati babak kualifikasi akan menentukan peluang atlet Sumbar tampil pada PON 2028 di NTB dan NTT.


“Setelah Porprov ini, kita langsung fokus pada persiapan menghadapi babak kualifikasi di DKI Jakarta atau Pra-PON. Ini adalah pintu masuk. Kita ingin memastikan atlet-atlet yang kita kirim nanti benar-benar matang, lebih siap, dan mampu merebut tiket sebanyak-banyaknya untuk lolos ke PON NTB-NTT,” tegas Hamdanus.


Karena itu, hasil Porprov tidak cukup hanya diukur dari perolehan medali setiap daerah. Evaluasi performa atlet, kesinambungan latihan, kesiapan menghadapi persaingan, serta koordinasi dengan pengurus cabang olahraga menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan Sumbar menuju PON.


Dari Kriket hingga Sepak Bola, Sumbar Incar Prestasi Nasional


KONI Sumbar juga menaruh harapan besar kepada seluruh cabang olahraga untuk berkontribusi dalam mendongkrak prestasi daerah di panggung nasional.


Cabang olahraga beregu seperti sepak bola dan bola basket diharapkan mampu menunjukkan daya saing, sementara cabang potensial lainnya, termasuk kriket dan wushu, serta cabang yang mulai berkembang seperti gateball, juga didorong untuk melahirkan atlet berprestasi.


Hamdanus optimistis, dengan pembinaan yang konsisten, persiapan yang terukur, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Sumatera Barat memiliki peluang untuk kembali memperkuat posisinya dalam persaingan olahraga nasional.


Targetnya bukan sekadar meloloskan atlet ke PON, melainkan membangun kontingen yang mampu bersaing dan memperjuangkan medali emas bagi Ranah Minang.


Namun, target tersebut membutuhkan kerja bersama. KONI Sumbar mengajak pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, pelatih, atlet, dan masyarakat untuk menyatukan langkah demi menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat.


Porprov Usai, Perjuangan Sumbar Baru Dimulai


Berakhirnya Porprov XVI Sumatera Barat 2026 menjadi momentum untuk mengubah semangat kompetisi di tingkat daerah menjadi prestasi yang lebih besar. Atlet-atlet yang telah membuktikan kemampuannya kini dihadapkan pada tantangan baru: menjaga konsistensi, meningkatkan kualitas, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan nasional.


Bagi KONI Sumbar, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah pesta olahraga provinsi berakhir. Pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk memastikan potensi yang muncul selama Porprov tidak berhenti sebagai catatan prestasi sesaat.


Hamdanus pun menegaskan tekadnya untuk membawa olahraga Sumatera Barat melangkah lebih jauh, dengan menjadikan Porprov XVI sebagai fondasi menuju pencapaian yang lebih tinggi di PON 2028.


“Inilah awal perjuangan kita yang sebenarnya. Dari Porprov XVI ini, kita bangun fondasi yang kuat demi mewujudkan mimpi besar: Sumbar Hebat, Olahraga Juara di panggung PON NTB, NTT, dan DKI Jakarta!” pungkasnya.


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update