TpzlGSz0GpM5GUC9TpClTfWiBY==

Headline:

Meski Alami Erupsi Panjang, Status Gunung Marapi Masih di Level II Waspada

Ketua Tim Gunungapi PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari dalam dialog RRI Padang, Selasa, 17 Maret 2026 (Dok. RRI/Tangkapan Layar Kanal Youtube RRI Pro 1 Padang)

🗣 Untuk mendengar Berita : Silahkan Sorot/Block teks berita


SASARAINAFM | PADANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunungapi Marapi di Kabupaten Tanah Datar dan Agam masih dilevel II (Waspada) kendati mengalami erupsi panjang pada Sabtu, 14 Maret malam WIB. Hal itu disampaikan Ketua Tim Gunungapi PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari kepada RRI, Selasa, 17 Maret 2026.


Ia menjelaskan, erupsi yang terjadi pada tubuh Gunung Marapi juga mengakibatkan sebaran abu mencapai jarak hingga 12 kilometer. “Ini disebabkan keberadaan awan konvektif di sekitar gunungapi yang menyebabkan partikel abu bercampur dengan sistem awan hujan. Implikasinya abu erupsi mengalami pengendapan sehingga abu dapat jatuh pada permukaan dalam jarak yang lebih jauh dari pusat erupsi,” katanya


Berdasarkan integrasi data seismisitas, kata Heruningtyas, perubahan sifat medium, deformasi, citra satelit, serta laporan masyarakat, erupsi pada 14 Maret 2026 pukul 23:29 WIB lalu merupakan letusan eksplosif singkat yang dipicu oleh pelepasan tekanan gas pada sistem konduit dangkal. Menurutnya, hal dimaksud menandakan tidak terdapat peningkatan signifikan pada aktivitas kegempaan, tidak teramati indikasi baru penurunan modulus elastik medium dangkal.


“Sementara kecenderungan deflasi pada data deformasi menunjukkan bahwa kejadian erupsi tersebut tidak berkaitan dengan peningkatan tekanan magma baru dari kedalaman. Namun potensi erupsi pada tubuh Gunung Marapi masih berpotensi dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar), Fajar Sukma mengatakan, penguatan sistem peringatan dini, kesiapan jalur evakuasi, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan provinsi menjadi prioritas utama agar masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan. “Khususnya pada daerah Kabupaten Agam dan Tanah Datar langkah mitigasi menjadi prioritas utama, dengan menetapkan jalur evakuasi dan juga lokasi titik kumpul darurat jika terjadi kejadian luar biasa,” ujarnya.


Fajar Sukma menambahkan, BPBD bersama Dinas Kesehatan Sumbar telah menyiagakan masker penutup mulut dan hidung yang tersedia di tingkat kenagarian terutama di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.” Hal dimaksud untuk mencegah dampak kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut akibat sebaran abu vulkanik erupsi gunung marapi,” kata Fajar.


Selain itu, seluruh sumber daya manusia termasuk TNI-Polri dan Basarnas selalu siap jika kejadian luar biasa menimbulkan dampak kesehatan ataupun korban jiwa akibat erupsi Marapi meluas. “Tentu koordinasi antara Pemkab dan provinsi di titik ini menjadi penting sebagai langkah tanggap bencana jika diperlukan,” kata Fajar.

0Komentar


 

© Copyright - Sasaraina TV
Formulir