TpzlGSz0GpM5GUC9TpClTfWiBY==

Headline:

Meta Blokir 150.000 Akun Jaringan Scam Asia Tenggara, 21 Pelaku Ditangkap

Ilustrasi Facebook

📢 Untuk mendengar berita ini dibacakan, Silahkan sorot seluruh teks


SASARAINATV | JAKARTA - Induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta, memberangus 150.000 akun yang terkait dengan jaringan penipuan atau scam di kawasan Asia Tenggara.  Pemblokiran ini merupakan hasil operasi gabungan antara Meta dengan lembaga penegak hukum internasional.  Operasi ini dipimpin oleh pusat anti-penipuan siber (ACSC) Kepolisian Kejaaan Thailand, badan investigasi AS FBI, satuan tugas pusat penipuan Departemen Kehakiman AS, serta lembaga penegak hukum lainnya yang bermitra dengan Meta dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.  Selain memblokir ratusan ribu akun, Meta bersama penegak hukum juga menangkap 21 orang yang terlibat dalam jaringan penipuan yang menargetkan orang-orang di seluruh dunia.


Operasi ini merupakan kelanjutan dari program percontohan "Joint Disruption Week" pada Desember 2025 lalu. Saat itu, ACSC bersama Meta dan sejumlah lembaga penegak hukum lainnya berbagi informasi secara intensif dan menonaktifkan 59.000 akun. 


Jumlah tersebut juga mencakup halaman, serta grup di platform dalam naungan Meta.  Menurut Meta, jaringan penipuan online yang banyak beroperasi dari Kamboja, Myanmar, dan Laos, kini semakin canggih dalam beberapa tahun terakhir. Menurut pihak berwenang, jaringan ini bahkan sudah beroperasi layaknya perusahaan kriminal berskala besar yang dirancang sedemikian rupa agar sulit terdeteksi aparat. Para pelaku biasanya mengelabui korban dengan berpura-pura ingin menjalin hubungan asmara atau menawarkan investasi mata uang kripto palsu. Modus ini kini dijalankan dalam berbagai bahasa agar bisa menargetkan korban dari banyak negara. Karena itu, bersamaan dengan penindakan akun yang terkait penipuan, induk Facebook ini juga memperkenalkan sejumlah fitur baru yang diharapkan mampu melindungi pengguna dari penipuan. Peringatan permintaan teman yang mencurigakan Sebagai bagian dari upaya pencegahan scam, Meta juga menguji fitur peringatan baru untuk membantu pengguna Facebook mengidentifikasi akun yang berpotensi mencurigakan. Ketika seseorang mengirim atau menerima permintaan pertemanan dari akun yang menunjukkan aktivitas mencurigakan, pengguna akan melihat notifikasi peringatan.


Tampilan peringatan permintaan pertemanan yang berpotensi scam di Facebook



Contoh aktivitas mencurigakan dalam konteks ini misalnya tidak memiliki banyak teman bersama (mutual) atau menampilkan lokasi negara yang berbeda dengan profil.


Lewat notifikasi itu, pengguna bisa menimbang ulang apakah ingin memblokir atau menolak permintaan pertemanan yang diduga tidak aman.


Peringatan di WhatsApp 

Meta juga menambahkan peringatan proses penghubungan perangkat (device linking) di WhatsApp.  Dalam beberapa kasus, penipu mencoba mengelabui korban agar menautkan akun WhatsApp mereka ke perangkat milik pelaku. Biasanya pelaku meminta korban memasukkan nomor telepon dan kode device linking yang muncul di WhatsApp. 


Ada pula modus di mana penipu meminta korban memindai kode QR dengan alasan tertentu, padahal tindakan tersebut akan menghubungkan akun korban ke perangkat pelaku. Untuk mengantisipasi praktik tersebut, WhatsApp akan menampilkan peringatan jika sistem mendeteksi perilaku yang menunjukkan bahwa permintaan penghubungan perangkat berpotensi mencurigakan. 



Peringatan ini akan menunjukkan dari mana permintaan berasal, sekaligus memberi tahu pengguna bahwa tindakan tersebut bisa jadi adalah upaya penipuan. Dengan begitu, pengguna punya kesempatan untuk berhenti sejenak dan menimbang ulang sebelum melanjutkan proses penghubungan perangkat.


Perluas deteksi penipuan di Messenger 

Mulai Maret 2026 ini, Meta juga memperluas fitur deteksi penipuan tingkat lanjut di Messenger ke lebih banyak negara. Ketika pengguna menerima pesan dari kontak baru yang menunjukkan pola penipuan umum seperti tawaran pekerjaan yang mencurigakan, Messenger akan menampilkan peringatan. Pengguna juga akan ditanya apakah mereka ingin membagikan pesan percakapan terbaru untuk dianalisis oleh sistem AI guna mendeteksi potensi penipuan.


Jika sistem mendeteksi kemungkinan penipuan, pengguna akan mendapatkan informasi tambahan mengenai modus penipuan yang umum terjadi.



Messenger juga akan menyarankan sejumlah tindakan yang dapat diambil, seperti memblokir atau melaporkan akun yang dianggap mencurigakan. Ke depannya, perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram hingga WhatsApp ini juga menegaskan pihaknya akan terus melanjutkan kerja sama dengan penegak hukum dan mitra industri menumpas jaringan penipuan dan melindungi pengguna di platform-nya, dihimpun KompasTekno dari laman about FB.


0Komentar

advertise


 

© Copyright - Sasaraina TV
Formulir