Notification

×

Iklan


 

Iklan

Lindungi Lansia dari Hoaks dan Penipuan Digital, Komdigi Gunakan Wayang Kulit

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-31T01:23:50Z

 Lindungi Lansia dari Hoaks dan Penipuan Digital, Komdigi Gunakan Wayang Kulit

SASARAINAFM | JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital memanfaatkan pendekatan budaya melalui pagelaran wayang kulit dan literasi digital untuk meningkatkan perlindungan lansia dari ancaman hoaks, penipuan daring, hingga kejahatan siber yang semakin marak menyasar kelompok usia lanjut.


Melalui Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Komdigi menggelar talkshow literasi digital bertajuk “Sapa Lansia. Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek” yang dirangkaikan dengan pagelaran wayang kulit lakon “Banjaran Bismo” di Auditorium LPP RRI Jakarta, Sabtu (30/05/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan ketahanan digital masyarakat lanjut usia yang dinilai semakin rentan menjadi sasaran manipulasi informasi dan penipuan berbasis teknologi.


Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius W. Pudjianto dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama untuk menyampaikan langkah pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi lansia.


Komdigi menilai literasi digital bagi kelompok lanjut usia menjadi semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital untuk komunikasi, transaksi keuangan, hingga akses informasi sehari hari.


Selain edukasi digital, pendekatan budaya dipilih agar pesan literasi lebih mudah diterima masyarakat. Wayang kulit dinilai memiliki kedekatan emosional dengan generasi lansia sekaligus mampu menjadi media komunikasi publik yang lebih membumi.


Ketua Dewan Pengawas RRI Jakarta Anwar Mujahid A.T turut terlibat dalam kegiatan tersebut untuk memperkuat peran radio publik sebagai media informasi yang inklusif dan mudah diakses masyarakat lanjut usia.


Sementara itu, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial menilai literasi digital bagi lansia tidak boleh dipandang sebagai beban keluarga, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian dan kualitas hidup masyarakat usia senja di era digital.


Dalam kegiatan tersebut, peserta juga akan mengikrarkan Deklarasi Lansia Indonesia bertajuk “Maju Bersama, Berdaya di Usia Senja” sebagai bentuk komitmen bersama melawan penyebaran hoaks dan manipulasi informasi di ruang digital.


Puncak acara ditandai dengan penyerahan tokoh wayang kepada Ki Dalang Bambang Asmoro sebelum pagelaran dimulai. Di tengah pertunjukan, dalang juga akan berdialog secara interaktif dengan perwakilan Siberkreasi Donny Budi Utoyo untuk menyisipkan pesan literasi digital secara ringan dan mudah dipahami.


Acara ini terbuka gratis untuk masyarakat dan dapat disaksikan melalui siaran RRI Jakarta 92,8 FM, kanal YouTube RRI Jakarta, serta live streaming Channel Jowo TV.


Melalui pendekatan budaya dan edukasi digital ini, pemerintah ingin memastikan lansia tidak tertinggal dalam transformasi digital, sekaligus memiliki kemampuan mengenali hoaks, penipuan daring, dan berbagai risiko di ruang siber.



 








 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update