Notification

×

Iklan


 

Iklan

Game Lokal Dibuka Jalan ke Pasar Dunia, Kolaborasi Pemerintah dan Coda Perkuat Industri Kreatif Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 | Juni 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-26T05:46:15Z

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara platform digital Coda dengan Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

SASARAINAFM.MY.ID | JAKARTA  Industri gim Indonesia mendapat peluang baru untuk menembus pasar internasional. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng platform monetisasi digital Coda guna memperluas akses pengembang gim lokal ke pasar global sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital.


Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Coda di Jakarta, Kamis.


Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kerja sama ini bukan sekadar kemitraan bisnis, tetapi menjadi langkah strategis untuk membuka peluang yang lebih luas bagi pengembang gim Indonesia dalam memasarkan karya mereka ke berbagai negara.


"Saya sangat mengapresiasi Coda yang membantu membukakan pintu karena ini adalah sistem plug-and-play. Jadi permainan apa pun bisa masuk ke Coda, kemudian kita bisa mengakses pasar global," ujar Irene.


Menurutnya, salah satu tantangan terbesar industri gim adalah sistem pembayaran lintas negara. Kehadiran platform monetisasi seperti Coda dinilai mampu menyederhanakan proses transaksi digital sehingga pengembang tidak perlu membangun sistem pembayaran yang berbeda di setiap negara tujuan.


"Apapun yang kita jual secara digital dan secara global, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menerima pembayaran dari pelanggan potensial kita. Hal ini akan sangat sulit jika setiap pengembang harus menyesuaikan sistem pembayaran di masing-masing negara," jelasnya.


Irene menilai kolaborasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah bersama sektor swasta dalam membangun industri gim nasional yang semakin kompetitif di tingkat global.


Selama ini, Indonesia dikenal memiliki banyak atlet esports berprestasi. Namun, menurut Irene, potensi para kreator gim lokal juga tidak kalah besar dan perlu mendapatkan ruang yang lebih luas agar mampu bersaing di pasar internasional.


Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama asosiasi industri terus mendorong lahirnya gim-gim lokal yang tidak hanya menarik bagi pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing global.


Selain memperluas akses pemasaran, kerja sama ini juga diharapkan memberikan pendampingan kepada pengembang gim dalam memahami strategi bisnis, perilaku pasar, hingga pengambilan keputusan agar mampu berkembang menjadi perusahaan kelas dunia.


"Bersama sebagai negara, kita bisa lebih baik dalam bersaing dengan dunia melalui permainan yang kita bangun, karena saya percaya pengembang gim Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik," kata Irene.


Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkenalkan karya anak bangsa kepada masyarakat melalui berbagai program promosi, seperti penyediaan game corner di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2 dan Terminal 3, serta kolaborasi dengan sejumlah hotel untuk mengenalkan gim digital maupun board game buatan Indonesia kepada wisatawan dan masyarakat.


Sementara itu, CEO Coda Shane Happach mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting bagi perusahaan. Sekitar 20 persen pendapatan Coda berasal dari pelanggan di Indonesia, menunjukkan besarnya potensi industri gim nasional.


Ia menambahkan, infrastruktur digital Coda telah mendukung komersialisasi sekitar 38 persen gim Indonesia yang tersedia di berbagai platform global.


Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Coda juga telah menghadirkan kanal khusus bertajuk Local Favorites yang menampilkan gim-gim buatan pengembang Indonesia kepada pengguna internasional.


"Kami berharap dapat mengembangkan kanal ini secara lebih besar di masa mendatang sebagai bagian dari kolaborasi bersama pemerintah Indonesia," ujar Shane.


Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, industri gim Indonesia diharapkan tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri, tetapi juga mampu melahirkan karya-karya digital yang dikenal dan dinikmati oleh pemain di berbagai belahan dunia.(de)


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update