Notification

×

Iklan


 

Iklan

Hari Anti Narkotika Internasional, Pemerintah Tegaskan Perang Melawan Narkoba Demi Selamatkan Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-27T11:15:01Z

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan pernyataan terkait komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pada Jumat (26/6/2026)

SASARAINAFM.MY.ID | JAKARTA - Peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan Indonesia. Di balik setiap kasus penyalahgunaan narkoba, bukan hanya satu individu yang menjadi korban, tetapi juga keluarga, lingkungan, hingga masa depan bangsa.


Bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perang melawan narkoba sebagai bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda Indonesia.


Menurut Dudung, peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Momen tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi ancaman narkotika yang hingga kini masih merusak kehidupan masyarakat.


"Peringatan ini juga menjadi momentum kita untuk kembali meneguhkan langkah bersama melawan peredaran dan penggunaan narkoba sebagai musuh nyata yang mengancam masa depan Indonesia," ujar Dudung dalam keterangan Kantor Staf Presiden (KSP), Sabtu.

 

Lebih dari 4 Juta Warga Terpapar Narkoba


Dudung mengungkapkan bahwa ancaman narkotika masih berada pada tingkat yang memprihatinkan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2026 telah melampaui 2 persen dari total penduduk Indonesia atau mencapai lebih dari 4 juta orang.


Baginya, angka tersebut bukan sekadar statistik.


Di balik setiap orang yang terjerat narkoba, terdapat keluarga yang ikut merasakan dampak buruknya, mulai dari kehancuran ekonomi, konflik rumah tangga, hingga hilangnya masa depan generasi muda.


Puluhan Sindikat Berhasil Dibongkar


Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memberantas narkotika, Dudung menyebut aparat penegak hukum terus meningkatkan operasi bersama.


Dalam satu tahun terakhir, BNN bersama TNI dan Polri berhasil mengungkap 59 jaringan sindikat narkotika, termasuk tujuh jaringan internasional yang beroperasi lintas negara.


Operasi tersebut juga menggagalkan penyelundupan lebih dari 200 ton narkotika dengan nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp29 triliun.


Capaian itu menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba tidak hanya dilakukan melalui edukasi, tetapi juga lewat penindakan tegas terhadap jaringan pengedar.


Narkoba Mengancam Semua Kalangan


Dudung mengingatkan bahwa narkotika tidak mengenal usia, profesi, maupun status sosial. Siapa pun berpotensi menjadi korban apabila kewaspadaan mulai berkurang.


"Narkoba tidak mengenal batas usia, tidak mengenal status sosial, dan tidak mengenal batas wilayah. Kita sebagai bangsa punya tekad bersama untuk memberantas narkotika," tegasnya.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyerahkan sepenuhnya tugas pemberantasan narkoba kepada aparat penegak hukum.


Peran Keluarga Jadi Benteng Pertama


Menurut Dudung, keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Orang tua, lingkungan sekolah, tokoh masyarakat, hingga komunitas diharapkan dapat bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.


Ia menegaskan, keberhasilan memerangi narkoba hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bangsa bergerak bersama.


Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu melindungi generasi penerus dari ancaman narkotika sekaligus mewujudkan cita-cita pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah.


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update