Notification

×

Iklan


 

Iklan

Prabowo: Swasembada Pangan Lahir dari Kerja Tim, Presiden Hanya Berperan sebagai Manajer

Jumat, 26 Juni 2026 | Juni 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-26T12:43:29Z

Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. YouTube Setpres)

SASARAINAFM.MY.ID | GORONTALO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa, bukan pencapaian seorang pemimpin semata. Dalam analogi yang disampaikannya, Prabowo menyebut dirinya hanya berperan sebagai "manajer" yang mengarahkan strategi, sementara keberhasilan ditentukan oleh mereka yang bekerja langsung di lapangan.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).


Menggunakan ilustrasi dunia sepak bola, Presiden menjelaskan bahwa sebuah kemenangan tidak pernah ditentukan oleh satu sosok saja. Menurutnya, setiap orang memiliki peran penting, mulai dari pelatih, kapten tim, hingga para pemain yang bertanding di lapangan.


"Saya ini ibarat manajer. Saya berada di luar lapangan, memberi arah. Tetapi yang berjuang di lapangan adalah para petani, nelayan, para menteri, dan semua pihak yang bekerja keras. Tanpa perjuangan mereka, kita tidak mungkin mencapai swasembada pangan," ujar Prabowo.


Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan keberhasilan bersama yang lahir dari sinergi seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan nasional.


Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan penghormatan kepada para petani dan nelayan yang dinilainya sebagai ujung tombak ketahanan pangan Indonesia. Menurutnya, kelompok inilah yang menjadi penopang utama ketersediaan pangan nasional.


"Saya mengucapkan terima kasih bukan sekadar sebagai formalitas. Saya benar-benar menghormati para petani dan nelayan karena merekalah yang membuat Indonesia mampu mencapai swasembada pangan," katanya.


Prabowo juga mengingatkan bahwa pembangunan sektor pangan tidak dapat diwujudkan secara instan. Ia mengibaratkan proses pembangunan layaknya aktivitas bertani yang memerlukan waktu, kesabaran, dan konsistensi hingga akhirnya menghasilkan panen.


"Presiden Republik Indonesia tidak memiliki tongkat ajaib. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa ataupun Nabi Sulaiman. Sama seperti petani yang menanam padi, hasilnya tidak bisa dipetik hari itu juga. Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga panen," ungkapnya.


Meski demikian, Prabowo menilai berbagai upaya pemerintah mulai menunjukkan hasil yang nyata. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional melalui produksi dalam negeri.


"Upaya kita memang tidak menghasilkan perubahan secara seketika. Namun sekarang hasilnya mulai terlihat dengan jelas. Salah satu bukti nyata yang sudah dirasakan adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan," ujar Presiden.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penguatan sektor pertanian dan perikanan akan tetap menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh Indonesia. (de)


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update