Notification

×

Iklan


 

Iklan

Mentawai Berpeluang Miliki Enam Kampung Nelayan Merah Putih, Fasilitas Lengkap Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi Pesisir

Kamis, 09 Juli 2026 | Juli 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-09T09:25:35Z


Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zakirman saat memaparkan program kerjanya pada acara Talkshow Musaraina di studio LPPL Radio Sasaraina beberapa waktu lalu

SASARAINAFM.MY.ID | 
MENTAWAIHarapan baru bagi masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai terlihat. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengusulkan pembangunan 21 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dari jumlah tersebut, enam lokasi dinilai telah memenuhi persyaratan dan berpeluang dibangun pada tahun 2026.


Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang mengusung konsep ekonomi biru (blue economy). Program ini dirancang untuk memperkuat kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan perikanan yang terintegrasi, mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil tangkapan.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zakirman, mengatakan wilayah pesisir Mentawai mencakup 33 titik yang tersebar di 43 desa. Dari potensi tersebut, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan kampung nelayan di 21 lokasi.


"Untuk usulan yang sudah lengkap ada 12 titik, tetapi setelah dilakukan verifikasi, baru enam lokasi yang memenuhi seluruh persyaratan," kata Zakirman, Kamis (9/7/2026).


Menurutnya, tim survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan identifikasi lapangan, termasuk survei fotografi dan pemeriksaan administrasi. Hasilnya, hanya enam lokasi yang dinyatakan siap untuk diproses lebih lanjut, sementara enam lokasi lainnya masih harus melengkapi sejumlah persyaratan.





Enam kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih meliputi Labuan Bajau di Desa Sigapokna, Pokai di Desa Sikabaluan, Saliguma di Kecamatan Siberut Tengah, Maileppet di Kecamatan Siberut Selatan, Matobe di Kecamatan Sipora Selatan, serta Sikakap.


"Jika tidak ada kendala, tahun ini enam lokasi tersebut direncanakan dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujarnya.


Zakirman menjelaskan, sebenarnya seluruh usulan sebanyak 21 lokasi berpeluang mendapatkan program tersebut. Namun, sebagian proposal masih belum rampung sehingga belum dapat diproses oleh pemerintah pusat.


Karena itu, DKPP Mentawai terus mendampingi pemerintah desa dan kelompok nelayan dalam melengkapi dokumen administrasi maupun proposal yang masih menjadi kendala.


"Kami terus mendorong agar seluruh persyaratan segera diselesaikan sehingga seluruh usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Mentawai bisa terakomodasi pada tahap berikutnya," katanya.


Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menghadirkan kawasan permukiman nelayan, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.


Setiap kawasan direncanakan memperoleh investasi sekitar Rp18 miliar hingga Rp22 miliar, dengan fasilitas seperti cold storage, pabrik es, Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN), tempat pengolahan hasil perikanan, tambatan perahu, hingga pasar ikan.


Menurut Zakirman, konsep tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan nelayan karena distribusi hasil tangkapan menjadi lebih efisien.


Selain memangkas ketergantungan nelayan terhadap tengkulak, program ini juga membuka akses pemasaran yang lebih luas melalui koperasi dan jaringan pasar yang lebih terintegrasi.


"Harapan kami, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Kepulauan Mentawai," pungkas Zakirman.


 

🎬 SASARAINA TV

Tekno

×
Berita Terbaru Update