Notification

×

Iklan


 

Iklan

Tiga Hari Hilang di Hutan, Lansia Asal Sipora Selatan Ditemukan Selamat di Tepi Sungai

Jumat, 03 Juli 2026 | Juli 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T15:01:40Z

Mangantar Saumatgerat (61) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat pada Rabu (1/7) pagi.

SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAI - Rasa haru dan syukur menyelimuti keluarga Mangantar Saumatgerat (61), warga Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Setelah dilaporkan hilang selama tiga hari saat pergi ke ladangnya di kawasan hutan, Mangantar akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat pada Rabu (1/7) pagi.


Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur penyelamat, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga warga setempat.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan yang didukung partisipasi aktif masyarakat.


"Setelah menempuh upaya pencarian intensif selama tiga hari berturut-turut, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Survivor atas nama Bapak Mangantar Saumatgerat pada pukul 08.35 WIB dalam kondisi selamat. Penemuan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim serta sinergi yang sangat baik dengan masyarakat setempat. Korban ditemukan tidak jauh dari perkiraan lokasi awal hilangnya," ujar Benteng.


Korban ditemukan di tepi aliran sungai pada koordinat 2°13'23.6" LS – 99°43'58.4" BT, atau sekitar 300 meter di sebelah utara dari titik terakhir yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban (Last Known Position/LKP).


Sesaat setelah ditemukan, tim SAR langsung mengevakuasi Mangantar menuju rumah keluarganya untuk mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi kesehatannya.


Hilang Saat Menuju Ladang


Peristiwa ini bermula pada Senin, 29 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, ketika Mangantar berpamitan menuju ladangnya yang berada di kawasan hutan sekitar Desa Mara. Namun hingga malam hari ia tak kunjung pulang.


Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Basarnas Mentawai pada pukul 20.45 WIB, sehingga operasi pencarian resmi dilakukan.


Selama tiga hari, tim SAR gabungan menyisir berbagai lokasi yang diduga menjadi jalur korban, mulai dari kawasan Monga, Mabelau, hingga menyusuri Sungai Mara menggunakan perahu karet (Landing Craft Rubber/LCR) sampai ke pintu muara.


Untuk mempercepat pencarian, tim juga memanfaatkan drone thermal guna mendeteksi keberadaan korban dari udara, terutama di area hutan yang sulit dijangkau.


Pada hari ketiga, area pencarian diperluas hingga 6 kilometer persegi, yang akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat.


Operasi SAR Resmi Ditutup


Dengan ditemukannya Mangantar Saumatgerat dalam kondisi selamat, Basarnas Mentawai secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan.


Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, mulai dari Basarnas Mentawai, Polsek Sipora Selatan, Pos TNI AL Simaubuk, BPBD Kepulauan Mentawai, PMI, masyarakat Desa Mara, hingga para nelayan yang turut membantu pencarian sejak hari pertama.


Keberhasilan operasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petugas dan masyarakat memiliki peran penting dalam setiap misi penyelamatan. Di tengah medan hutan yang sulit dan penuh tantangan, semangat gotong royong berhasil menghadirkan kabar yang paling dinantikan keluarga: korban ditemukan dalam keadaan selamat.(de'dio)


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update