Notification

×

Iklan


 

Iklan

Prabowo: Keberhasilan Polri Layak Diapresiasi, Namun Tantangan Bangsa Masih Jauh dari Usai

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T16:03:23Z

Presiden Prabowo Subianto apresiasi Polri yang berhasil pertahankan nol insiden terorisme. (Dok Istimewa)

SASARAINAFM.MY.ID | BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan bahwa berbagai capaian yang berhasil diraih Kepolisian Republik Indonesia patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat seluruh elemen bangsa cepat berpuas diri. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi beragam tantangan serius yang membutuhkan kerja sama lintas lembaga.


Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan amanat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).


Dalam pidatonya, Prabowo memberikan apresiasi atas kinerja Polri yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk mempertahankan nihil insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.


"Serta berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir," ujar Prabowo.


Presiden menilai capaian tersebut merupakan prestasi penting mengingat terorisme masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Selain itu, ia juga mengapresiasi keberhasilan Polri bersama berbagai kementerian dan lembaga dalam memberantas peredaran narkotika serta menekan praktik judi daring.


"Saya apresiasi keberhasilan Polri bersama lembaga-lembaga lain terus membongkar dan mengungkap ribuan kasus narkotika dan bersama Komdigi memberantas judi online," katanya.


Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa tidak berhenti pada persoalan keamanan semata. Menurutnya, kemiskinan, korupsi, penyelundupan, serta berbagai aktivitas ekonomi ilegal masih menjadi persoalan mendasar yang harus diselesaikan secara bersama-sama.


Ia menilai praktik korupsi dan kejahatan ekonomi memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat karena menghambat pemerataan pembangunan dan memperbesar angka kemiskinan.


"Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua, masih besar dan masih banyak," tegasnya.


Melalui momentum HUT ke-80 Bhayangkara, Presiden berharap Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian, lembaga, dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung upaya pemerintah menciptakan kehidupan yang lebih adil, aman, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.(de'dio)


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update