![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop Sirirui (Foto : Minangkabunews.com) |
Program yang menyasar sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Di Mentawai, program tersebut menyentuh puluhan sekolah yang tersebar di sejumlah kecamatan dan wilayah kepulauan. Tidak hanya rehabilitasi bangunan, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan baru maupun pengadaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop Sirirui, mengatakan sebanyak 45 sekolah memperoleh alokasi revitalisasi pada 2026.
“Untuk tahun ini ada sebanyak 45 sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi, terdiri dari 30 sekolah tingkat SD dan 15 sekolah tingkat SMP,” ujar Jop, Kamis (27/8/2026).
Tak Semua Sekolah Mendapat Anggaran Sama
Jop menjelaskan, besaran pagu yang diterima masing-masing sekolah tidak seragam. Anggaran disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan revitalisasi setiap satuan pendidikan.
Dengan demikian, sekolah yang membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan dengan tingkat pekerjaan berbeda akan memperoleh dukungan anggaran sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan.
Saat ini, sejumlah sekolah telah menyelesaikan tahapan administrasi dan masuk dalam proses Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sebagian di antaranya bahkan telah mulai mengerjakan pembangunan sesuai mekanisme program.
Untuk jenjang SD, terdapat 13 sekolah yang telah melakukan PKS, yakni SDN 16 Sigakpokna, SDN 17 Taikako, SDN 02 Taikako, SDN 09 Muara Siberut, SDN 28 Simatalu, SDN 19 Katurai, SDN 08 Muara Sikabaluan, SDN 15 Bojakan, SDN 25 Bosua, SDN 17 Muntei, SDN 05 Katurei, SDN 13 Bulasat, dan SDN 07 Madobag.
Sementara jenjang SMP yang telah melakukan PKS antara lain SMPN 1 Pagai Selatan, SMPN 1 Pagai Utara, SMPN 1 Pagai Utara Selatan, SMPN 1 Siberut Barat, SMPN 1 Siberut Selatan, SMPN 2 Sikakap, SMPN 2 Sipora, SMPN 2 Sipora Selatan, SMPN 3 Pagai Selatan, dan SMPN 4 Pagai Selatan.
“Nama sekolah yang sudah PKS, sebagian sudah dalam proses pembangunan sesuai mekanisme. Saat ini sedang dikerjakan oleh masing-masing sekolah,” kata Jop.
Bukan Sekadar Bangunan, Ada Ekonomi Warga yang Bergerak
Program revitalisasi pendidikan di Mentawai tidak hanya berbicara mengenai dinding sekolah yang diperbaiki, ruang kelas yang dibangun, maupun fasilitas pendidikan yang dilengkapi.
Pelaksanaan program dengan mekanisme swakelola juga memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proses pekerjaan.
Jop mengatakan dana revitalisasi tersebut ditransfer langsung ke rekening sekolah untuk kemudian dikelola secara swakelola sesuai ketentuan.
“Program ini langsung turun dari kementerian. Pelaksanaannya swakelola yang melibatkan masyarakat sekitar, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga,” ujarnya.
Keterlibatan masyarakat diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti di lingkungan sekolah. Perputaran aktivitas pembangunan juga dapat membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi warga di sekitar satuan pendidikan.
Dinas Pastikan Pembangunan Tak Keluar Jalur
Di tengah besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah, pengawasan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai ikut melakukan pengawasan bersama untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai peruntukan, mekanisme, waktu pelaksanaan, dan standar mutu yang telah ditetapkan.
“Dinas pendidikan turut bertanggung jawab dan bersama-sama mengawasi kegiatan agar peningkatan mutu tepat dan sesuai peruntukannya. Pengawasan ini dilakukan agar program revitalisasi berjalan dengan baik,” jelas Jop.
Ia menegaskan, program revitalisasi tersebut juga mendapat pengawalan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Program ini juga dikawal oleh BPK, jadi ini tidak main-main,” tegasnya.
Berharap Sekolah Selesai Tepat Waktu
Bagi Mentawai yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tersendiri, pembenahan fasilitas pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Karena itu, Jop berharap seluruh sekolah penerima program dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dan menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
“Kami berharap masing-masing sekolah yang sudah tahap pembangunan dapat diselesaikan dengan baik, selesai tepat waktu, dan mutunya sesuai,” pungkasnya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah yang lebih layak, tetapi juga memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi anak-anak Mentawai—termasuk mereka yang menempuh pendidikan jauh dari pusat pemerintahan dan berada di wilayah pelosok kepulauan.




.png)
