Notification

×

Iklan


 

Iklan

Dana TKD Pacu Infrastruktur Siberut, Sejumlah Ruas Jalan dan Jembatan Mulai Dikerjakan

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T14:44:39Z

Kepala Dinas PUPR Mentawai, Brandus Simanjuntak (Foto : matasumbar.com)

SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAI  — Pembangunan infrastruktur di wilayah Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mulai bergerak. Sejumlah proyek jalan dan jembatan yang dibiayai melalui Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 kini memasuki tahap pelaksanaan.


Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatat, sekitar 95 persen pekerjaan konstruksi yang bersumber dari dana TKD di wilayah Siberut telah terkontrak. Sejumlah pekerjaan bahkan sudah mulai berjalan di lapangan.


Pemeliharaan Ruas Jalan Pokai – Sikabaluan, Sikabaluan – Mongan Paula, Pokai -Sirilanggai, Simpang Barambang – Mongan Paula (Penambahan Dana Bencana (TKD)

Kepala DPUPR Mentawai, Brandus Simanjuntak, mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan konektivitas antarkawasan di Mentawai.


“Pekerjaan konstruksi di wilayah Siberut yang bersumber dari dana TKD sekitar 95 persen sudah terkontrak. Saat ini proses pekerjaan sedang berjalan,” ujar Brandus kepada media, Senin (31/8/2026).


Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan penyedia jasa. Ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, media, organisasi kemasyarakatan, LSM serta seluruh masyarakat di sekitar lokasi proyek ikut mengambil peran dalam mendukung sekaligus mengawasi pelaksanaan pembangunan.


Penanganan Perkuatan Jembatan Saibi (Penambahan Dana Bencana (TKD)

Brandus menilai pengawasan bersama penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.


“Dalam proses pengerjaan yang sedang berjalan ini diharapkan semua pihak yang ada di lingkungan setiap lokasi pekerjaan mendukung kelancaran pembangunan serta turut mengawasi,” katanya.


Ia mengakui, pelaksanaan proyek infrastruktur di Mentawai memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis kepulauan membuat mobilisasi alat berat maupun material tidak semudah daerah daratan.


“Daerah kita terbatas alat transportasi dan sumber material, sehingga penyedia harus punya strategi dan modal untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah ditawar dan terkontrak,” ujarnya.


Karena itu, penyedia jasa diminta menjalankan pekerjaan sesuai tanggung jawab yang telah ditetapkan dalam kontrak. Brandus menegaskan, para penyedia telah berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan berpedoman pada ketentuan Perpres Nomor 16 Tahun 2018, khususnya terkait tanggung jawab penyedia.


Alat berat peningkatan Jalan Mongan Paula – Sotboyak (Penambahan Dana Bencana (TKD)

Di sisi lain, tambahan anggaran dari pemerintah pusat melalui TKD dinilai menjadi peluang penting bagi Mentawai untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan dan jembatan.


Peningkatan konektivitas diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses terhadap pusat-pusat ekonomi, memperlancar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat, serta mendukung sektor pariwisata.


“Infrastruktur jalan perlu terus ditingkatkan agar konektivitas semakin baik, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang menjadi salah satu kekuatan daerah,” tutur Brandus.


Daftar Pekerjaan Infrastruktur Bersumber TKD 2026 di Wilayah Siberut


Sejumlah pekerjaan yang masuk dalam program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur DPUPR Mentawai tahun 2026 di wilayah Siberut antara lain:


  1. Pembangunan Jalan Subelen–Cimpungan dan Subelen–Muara Saibi
    Pelaksana: CV Rohyd Mandiri
    Nilai kontrak: Rp7.254.911.000
    Masa pelaksanaan: 160 hari, mulai 13 Juli hingga 19 Desember 2026.

  2. Pembangunan Jalan Maileppet–Saliguma dan Jalan Puro–Tiop
    Pelaksana: CV Vania Cipta Mandiri
    Nilai kontrak: Rp6.530.923.000
    Masa pelaksanaan: 145 hari, mulai 3 Agustus hingga 25 Desember 2026.

  3. Pemeliharaan Rutin Jalan Maileppet–Saliguma, Maileppet–Muara Siberut dan Muntei–Puro
    Pelaksana: CV Nuasa Cipta Mandiri
    Nilai kontrak: Rp149.707.000
    Masa pelaksanaan: 160 hari, mulai 6 Juli hingga 12 Desember 2026.

  4. Pemeliharaan Rutin Jalan Simpang Mapadegat–Homestay–Kantor Camat dan Simpang Tugu Sikerei–Bukit Pamewa
    Sumber: sisa TKD
    Pelaksana: CV Nuasa Cipta Mandiri
    Nilai kontrak: Rp199.300.000
    Masa pelaksanaan: 210 hari, mulai 11 Mei hingga 6 Desember 2026.

  5. Pemeliharaan Rutin Jalan Peipei–Taileleu
    Sumber: penambahan dana TKD
    Pelaksana: CV Emas Hitam Mentawai
    Nilai kontrak: Rp349.207.000
    Masa pelaksanaan: 135 hari, mulai 4 Agustus hingga 16 Desember 2026.

  6. Pemeliharaan Ruas Jalan Pokai–Sikabaluan, Sikabaluan–Mongan Poula, Pokai–Sirilanggai dan Simpang Barambang–Mongan Poula
    Pelaksana: CV Andalan Bersama Anderson
    Nilai kontrak: Rp199.740.000
    Masa pelaksanaan: 150 hari, mulai 21 Juli hingga 18 Desember 2026.

  7. Pembangunan Jembatan Rangka Ailogat Taileleu
    Pelaksana: CV Gunner Mohaga Sejahtera
    Nilai kontrak: Rp4.311.815.000
    Masa pelaksanaan: 160 hari, mulai 17 Juli hingga 23 Desember 2026.

  8. Penanganan Perkuatan Jembatan Saibi
    Pelaksana: CV Setia Karya Pertama
    Nilai kontrak: Rp4.393.045.000
    Masa pelaksanaan: 160 hari, mulai 16 Juli hingga 22 Desember 2026.

  9. Peningkatan Jalan Mongan Poula–Sotboyak
    Pelaksana: CV Syampelo Kardenso
    Nilai kontrak: Rp12.160.705.000
    Masa pelaksanaan: 160 hari, mulai 29 Juni hingga 5 Desember 2026.

  10. Peningkatan Jalan Puro–Rogdok
    Pelaksana: CV Nifnaf Konstruksi Persada
    Nilai kontrak: Rp11.112.827.000
    Masa pelaksanaan: 160 hari, mulai 16 Juli hingga 22 Desember 2026.


Dengan bergulirnya berbagai proyek tersebut, pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur di Siberut dapat memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.


Keberhasilan program ini juga akan sangat bergantung pada kemampuan penyedia menyelesaikan pekerjaan sesuai target, dukungan masyarakat di sekitar lokasi proyek, serta pengawasan bersama agar pembangunan yang dibiayai negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update