Notification

×

Iklan


 

Iklan

Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai: Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur, Kini Dampaknya Diteliti Akademisi

Minggu, 30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-30T15:32:47Z

Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai: Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur, Kini Dampaknya Diteliti Akademisi

SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAI — Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadirkan pendekatan pembangunan yang berbeda. Tidak hanya membangun jembatan, sumur bor, sanitasi, dan fasilitas sosial, program ini juga melibatkan kalangan akademisi untuk mengukur secara langsung dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat.


Selama 50 hari pelaksanaan, pembangunan yang dilakukan TNI AD di Mentawai turut dikaji melalui pendekatan ilmiah oleh tim peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung bersama para perwira siswa dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SeskoAD).


Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran, menjawab kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.


UPI dan SeskoAD Turun Langsung ke Lapangan


Tim peneliti UPI terdiri dari Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., Riko Arrasyid, M.Pd., dan Dadi Mulyadi Nugraha, M.Pd.


Mereka berkolaborasi dengan personel SeskoAD, yakni Letkol Inf Mansur Kole, S.Ag., M.M., Mayor Arh David Afriliansyah, S.Than., dan Mayor Inf Gafa Aditya Siswanto, S.Than.


Tim tidak hanya melakukan pengumpulan data dari laporan pembangunan. Mereka turun langsung ke lapangan untuk melihat hasil pekerjaan, melakukan peninjauan, serta mewawancarai masyarakat yang menjadi pengguna dan penerima manfaat pembangunan.


Sejumlah lokasi yang ditinjau antara lain dua unit jembatan beton di Dusun Katiet dan Dusun Gobik, Desa Bosua, serta satu unit jembatan gantung di Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan.


Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat strategis karena membuka akses transportasi bagi masyarakat antar dusun dan desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.


Pembangunan itu juga membantu memperlancar mobilitas masyarakat untuk pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga distribusi hasil ekonomi.


Sumur Bor Hadirkan Akses Air Bersih


Selain pembangunan jembatan, Program Karya Bakti TNI AD juga membangun fasilitas air bersih melalui sumur bor di sejumlah titik.


Beberapa lokasi yang ditinjau tim peneliti berada di Yayasan Santo Yosef Dusun Sioban, SDN 27 Beriulou, Kantor Desa Bosua, hingga pemukiman warga di Nemnem Leleu Utara.


Di Desa Beriulou, tim peneliti juga melihat langsung pemanfaatan fasilitas sumur bor yang telah selesai dibangun.


Para murid sekolah tampak menggunakan air dari fasilitas tersebut untuk mencuci tangan dan membasuh wajah.


Menurut Ketua Tim Peneliti UPI, Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc., penelitian dilakukan untuk melihat manfaat pembangunan secara lebih menyeluruh.


“Kami tidak hanya melihat hasil fisik, tetapi juga perubahan sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

 

Masyarakat Rasakan Manfaat Langsung


Hasil penelusuran lapangan menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan melalui Satgas Karya Bakti TNI AD.


Aulia (27), salah seorang penerima manfaat sumur bor di Yayasan Santo Yosef, Dusun Sioban, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas air bersih tersebut.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajarannya khususnya TNI AD atas bantuan yang diberikan melalui Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat. Dengan adanya sumur bor, kami merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan air yang ada di lingkungan gereja,” ucap Aulia.

 

Sementara itu, pembangunan jembatan penghubung di Desa Bosua juga mendapat sambutan positif dari masyarakat.


Dedi Putra (45), warga Desa Bosua, mengatakan keberadaan jembatan memberikan kemudahan bagi masyarakat.


“Jembatan ini sangat membantu kami. Sekarang kami tidak perlu memutar jalan jauh. Anak-anak sekolah juga lebih aman,” katanya.

 

Jembatan Bukan Sekadar Beton


Komandan Kodim 0319/Mentawai sekaligus Dansatgas Karya Bakti, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto, menegaskan pembangunan jembatan memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat.


Menurutnya, jembatan yang dibangun bukan hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah.


“Jembatan ini bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan jembatan kemajuan ekonomi dan kemudahan akses warga untuk keperluan pendidikan, kesehatan, maupun perdagangan hasil bumi,” ujar Dandim, Jumat (28/08/2026).

 

Gotong Royong Menjadi Modal Pembangunan


Selain mengukur manfaat pembangunan fisik, tim peneliti juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan Program Karya Bakti TNI AD.


Mulai dari tingkat partisipasi masyarakat hingga kearifan lokal menjadi bagian penting dalam kajian tersebut.


Anggota Tim Peneliti UPI, Riko Arrasyid, M.Pd., melihat adanya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat selama program berlangsung.


“Kami melihat semangat gotong royong yang kuat antara TNI dan masyarakat. Ini adalah modal sosial yang sangat penting untuk keberlanjutan program ke depan,” ujarnya.

 

50 Hari, Sejumlah Infrastruktur Dibangun untuk Mentawai


Selama pelaksanaan Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sejumlah pembangunan berhasil direalisasikan.


Di sektor air bersih dan sanitasi, TNI AD membangun:


  • 10 titik sumur bor
  • 10 unit fasilitas MCK


Sementara untuk meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat, dibangun:


  • 6 unit jembatan
  • 5 jembatan beton
  • 1 jembatan gantung
  • Pengerasan jalan sepanjang 300 meter


Program ini juga memberikan perhatian terhadap kualitas hunian dan fasilitas sosial melalui rehabilitasi:


  • 10 unit Rumah Tidak Layak Huni
  • 1 unit mushola
  • 1 unit gereja
  • 1 unit sekolah


Tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari Program Karya Bakti 2026, antara lain:


  • Operasi katarak
  • Sunatan massal
  • Pengobatan gratis
  • Pembagian 1.500 paket sembako
  • Sosialisasi bela negara
  • Pembinaan kesadaran bela negara
  • Sosialisasi dan rekrutmen TNI


Bupati Mentawai: Pembangunan Kini Berbasis Riset


Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menyambut baik pelaksanaan Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026.


Menurutnya, program yang berlangsung selama 50 hari tersebut telah memberikan hasil pembangunan yang cukup signifikan bagi masyarakat Kepulauan Mentawai.

 

“Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat yang digelar di Kabupaten Kepulauan Mentawai selama 50 hari pada tahun 2026 telah menorehkan hasil pembangunan infrastruktur yang cukup signifikan dan menyeluruh,” ujar Rinto.

 

Ia menilai keterlibatan TNI AD, akademisi dari UPI, perwira SeskoAD, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi contoh penting dalam membangun daerah.


Dari Infrastruktur Menuju Pembangunan Berkelanjutan


Karya Bakti TNI AD 2026 di Mentawai menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berhenti ketika jembatan selesai dibangun atau sumur bor mulai mengalirkan air.


Lebih dari itu, pembangunan juga perlu diukur berdasarkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.


Dengan keterlibatan tim akademisi UPI dan perwira SeskoAD, Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 menjadi contoh kolaborasi antara TNI, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun akses, meningkatkan kesejahteraan, serta memastikan setiap pembangunan memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Mentawai.


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update