Notification

×

Iklan


 

Iklan

Listrik Hadir di Dusun Bose, Bupati Mentawai Dorong Ikan Asin Naik Kelas Jadi Produk Unggulan

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T17:09:12Z


Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H. (Mengenakan kaos hitam dan bersandal jepit) saat melakukan pemeriksaan dua unit genset silent berbahan bakar diesel, satu fase, dengan kapasitas masing-masing 12 KVA di Dusun Bose, Kecamatan Siberut Utara, Sabtu (22/8).(Foto : Prokopim)


SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAIAspirasi warga Dusun Bose, Kecamatan Siberut Utara, tidak berhenti sebagai keluhan. Hanya berselang dari kunjungan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali datang membawa solusi atas persoalan penerangan yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.


Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., kembali mengunjungi Dusun Bose, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan kedua tersebut menjadi tindak lanjut langsung atas aspirasi masyarakat yang disampaikan ketika Bupati pertama kali datang ke wilayah tersebut.


Kali ini, kedatangan Bupati membawa bantuan kelistrikan yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga, terutama produksi ikan asin Bose yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.


Dari Keluhan Menjadi Tindak Lanjut


Pada kunjungan sebelumnya, masyarakat menyampaikan persoalan keterbatasan penerangan. Bagi warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, persoalan tersebut bukan sekadar membuat rumah gelap pada malam hari.


Keterbatasan listrik juga berdampak langsung terhadap proses pengolahan hasil tangkapan.


Nelayan yang pulang melaut pada sore atau malam hari tidak dapat segera mengolah ikan karena minimnya penerangan. Proses pengolahan akhirnya harus menunggu hingga pagi, yang berpotensi memengaruhi kualitas ikan sebelum diasinkan.


Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meminta perangkat daerah terkait mengupayakan dukungan penerangan bagi masyarakat.


“Saya datang kembali karena apa yang disampaikan masyarakat pada kunjungan sebelumnya harus kita tindak lanjuti. Pemerintah tidak boleh hanya mendengar, tetapi harus hadir dan memberikan solusi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujar Rinto Wardana.


Menurutnya, bantuan listrik memiliki arti lebih besar daripada sekadar menyediakan penerangan bagi rumah warga.


“Listrik ini bukan hanya soal penerangan rumah, tetapi bagaimana kita membantu masyarakat meningkatkan produktivitas. Setelah pulang melaut, ikan bisa langsung diolah sehingga kualitasnya lebih terjaga dan nilai jualnya juga meningkat,” katanya.


Dua Genset untuk Menggerakkan Produksi


Bantuan tersebut diakomodir melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Masyarakat Dusun Bose menerima dua unit genset silent berbahan bakar diesel, satu fase, dengan kapasitas masing-masing 12 KVA.


Bantuan juga dilengkapi jaringan kelistrikan berupa kabel SR/Twist Aluminium minimal 2x35 mm² yang dipasang dari lokasi genset menuju rumah-rumah warga.


Sejumlah perlengkapan pendukung turut disertakan, antara lain aksesori tarikan, box panel serta sakelar COS manual berkapasitas 50 ampere.


Seluruh bantuan diserahkan langsung Bupati Rinto Wardana kepada masyarakat Dusun Bose. Dalam penyerahan tersebut, Bupati didampingi anggota DPRD Kepulauan Mentawai Kornelius, Dandim 0319/Mentawai serta Danlanal Kepulauan Mentawai.


Mimpi Besar di Balik Ikan Asin Bose


Bagi masyarakat Dusun Bose, ikan asin bukan sekadar hasil olahan laut. Produk tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sekaligus sumber penghidupan warga.


Karena itu, Bupati melihat bantuan kelistrikan sebagai salah satu langkah awal untuk memperbaiki rantai produksi, mulai dari pengolahan hingga peningkatan nilai jual.


Rinto berharap ikan asin Bose tidak berhenti sebagai produk konsumsi masyarakat setempat, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Mentawai yang memiliki pasar lebih luas.


“Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan. Kita ingin ikan asin Bose tidak hanya menjadi produk masyarakat setempat, tetapi bisa menjadi salah satu produk unggulan Mentawai yang semakin dikenal di luar daerah,” ujarnya.


Warga Ajukan Alat Tangkap dan Solar Panel


Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain untuk mendukung perekonomian mereka.


Di antaranya bantuan alat tangkap ikan dan dukungan permodalan usaha. Warga juga mengusulkan pemanfaatan energi tenaga surya atau solar panel untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan di luar wilayah perairan sekitar permukiman.


Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati menyatakan akan mendorong agar kebutuhan masyarakat dapat diakomodir melalui program pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan kewenangan, kemampuan anggaran serta program yang tersedia.


“Saya akan mendorong agar kebutuhan masyarakat ini dapat kita lihat dan kita akomodir melalui program pemerintah daerah. Kita akan sesuaikan dengan kewenangan, kemampuan anggaran, dan program yang tersedia,” tegasnya.


Rinto menilai pembangunan di wilayah kepulauan tidak cukup hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur. Penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar pembangunan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan.


“Kita ingin pembangunan ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kalau masyarakat nelayan kita bantu alat tangkapnya, hasil tangkapannya harus bisa diolah dengan baik, kemudian dipasarkan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga,” jelasnya.


Kunjungan kedua Bupati ke Dusun Bose pun menjadi pesan bahwa aspirasi masyarakat harus memiliki tindak lanjut. Dari kebutuhan penerangan, pemerintah mencoba membuka jalan bagi peningkatan produktivitas dan pengembangan ekonomi lokal.


Dengan dukungan kelistrikan yang kini tersedia, masyarakat Dusun Bose diharapkan dapat mengolah hasil tangkapan secara lebih cepat dan optimal, meningkatkan kualitas ikan asin, serta perlahan membangun ikan asin Bose sebagai produk unggulan Mentawai yang bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar lebih luas.



 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update