TpzlGSz0GpM5GUC9TpClTfWiBY==

Headline:

Pakar Unand Peringatkan Dampak Kemarau Ekstrem Lebih Parah

Kondisi aliran sungai di Batu Bisuak, Kecamatan Pauh Kota Padang (Foto: Unand)

🗣 Untuk mendengar Berita : Silahkan Sorot/Block teks berita

SASARAINAFM | PADANG -  Indonesia belum terlepas dari bencana saat ancaman baru mulai muncul di depan mata. Setelah banjir dan longsor, kini giliran kemarau ekstrem yang diprediksi datang lebih cepat.


Pakar Ilmu Tanah Universitas Andalas (Unand), Prof. Dian Fiantis mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan musim kemarau 2026 berpotensi dimulai sejak April di sejumlah wilayah. Fenomena El Nino memperbesar risiko cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya.


Dian menilai kondisi ini bukan sekadar perubahan musim biasa. Dampaknya bisa langsung dirasakan pada tanah dan produktivitas pertanian.


Ia menjelaskan tanah memiliki kemampuan menyimpan air layaknya spons saat musim hujan. Namun saat kemarau panjang terjadi, cadangan air tersebut akan terus menyusut hingga menghilang.


Dian menyampaikan penurunan curah hujan akibat El Nino membuat awan pembawa hujan menjauh dari Indonesia. Akibatnya, kelembapan tanah berkurang perlahan melalui penguapan dan kebutuhan tanaman.


"Gejala awal kekeringan dapat dilihat dari retakan di permukaan tanah, terutama pada tanah liat. Retakan itu menjadi tanda bahwa cadangan air di dalam tanah sudah menipis secara signifikan," ucapnya, Selasa, 17 Maret 2026.


Lebih jauh Dian menambahkan kekeringan juga mengganggu mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam menjaga kesuburan. Kondisi ini membuat unsur hara sulit dimanfaatkan tanaman dan berpotensi menekan hasil panen.

0Komentar


 

© Copyright - Sasaraina TV
Formulir