![]() |
| Presiden mengaku memiliki kebanggaan tersendiri ketika menggunakan Maung sebagai kendaraan kepresidenan usai pelantikannya. |
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat.
Di hadapan para akademisi, ilmuwan, dan pelaku industri, Presiden mengaku memiliki kebanggaan tersendiri ketika menggunakan Maung sebagai kendaraan kepresidenan usai pelantikannya.
"Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia," ujar Prabowo.
Setelah Puluhan Tahun Merdeka, Indonesia Mulai Mandiri
Prabowo mengaku sempat bertanya-tanya mengapa Indonesia baru bisa menghasilkan mobil sendiri setelah lebih dari 80 tahun merdeka. Meski demikian, ia menilai langkah awal tersebut patut disyukuri karena menjadi fondasi bagi lahirnya industri otomotif nasional yang lebih kuat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, terutama kalangan perguruan tinggi dan dunia riset, yang dinilai memiliki peran besar dalam mendorong inovasi industri dalam negeri.
"Tapi saya terima kasih kampus. Saya terima kasih, kita mulai ke arah punya mobil sendiri," katanya.
TKDN Sudah Mencapai 70 Persen
Presiden menjelaskan bahwa kendaraan Maung memang belum sepenuhnya menggunakan komponen lokal. Namun, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen, menurutnya hal tersebut sudah menjadi kemajuan yang patut diapresiasi.
Bagi Prabowo, membangun industri nasional adalah proses yang membutuhkan waktu. Karena itu, keberanian untuk memulai menjadi langkah yang paling penting.
Sempat Bocor Saat Hujan Deras
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyelipkan cerita ringan yang mengundang tawa para peserta. Ia mengaku kendaraan Maung yang digunakannya sempat mengalami kebocoran ketika diguyur hujan deras pada masa-masa awal pemakaian.
"Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu," ujarnya disambut gelak tawa hadirin.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak mengurangi keyakinannya untuk terus menggunakan produk buatan anak bangsa.
"Minimal kita mulai, kita harus berani mulai," tegas Presiden.
Ilmu Pengetahuan Jadi Kunci Kemajuan Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan bahwa kemajuan industri nasional tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para ilmuwan, akademisi, peneliti, dan guru besar.
Menurutnya, Indonesia hanya dapat menjadi negara maju apabila mampu membangun sumber daya manusia yang unggul, menguasai teknologi, dan memiliki semangat mencintai tanah air.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia riset, dan industri terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu menjadi produsen teknologi dan produk industri yang berdaya saing di tingkat global.


