Prestasi tersebut menunjukkan bahwa berbagai terobosan pelayanan publik yang dikembangkan di Indonesia mampu bersaing dan diakui dunia karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan tertinggi diraih inovasi Berdaya Srikandi dari Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang dinobatkan sebagai pemenang pada kategori Gender-responsive Public Services. Inovasi ini dinilai berhasil menghadirkan layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan perempuan serta mendorong pemberdayaan kelompok rentan melalui pendekatan yang inklusif.
Selain meraih satu penghargaan utama, Indonesia juga memperoleh dua Honourable Mention atau penghargaan kehormatan pada kategori berbeda.
Salah satunya diberikan kepada inovasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sistem ini mendapat apresiasi pada kategori Transparent and Accountable Public Institutions to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) karena dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini mempertegas bahwa transformasi pelayanan publik di Indonesia tidak hanya memberikan manfaat di tingkat nasional, tetapi juga menjadi contoh praktik baik yang mendapat pengakuan dari komunitas internasional.
UNPSA sendiri merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengapresiasi inovasi sektor publik yang berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk terus menghadirkan inovasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(de)


