Notification

×

Iklan


 

Iklan

Prabowo Ajak Kampus Jadi Motor Kemajuan Bangsa: Negara Maju Lahir dari Kekuatan Ilmuwan

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-27T10:46:49Z

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026)

SASARAINAFM.MY.ID | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebangkitan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi, sumber daya alam, atau kecanggihan teknologi. Menurutnya, faktor terpenting yang membuat sebuah negara mampu menjadi maju adalah keberhasilan memanfaatkan potensi para akademisi, ilmuwan, dan peneliti.


Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat. Di hadapan sekitar 2.600 akademisi, ilmuwan, peneliti, serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, Presiden mengajak dunia kampus menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia melalui gagasan, riset, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.


"Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas," ujar Prabowo.

 

Libatkan Profesor di Posisi Strategis Pemerintahan


Prabowo mengungkapkan bahwa keyakinan terhadap pentingnya peran akademisi bukan sekadar wacana. Sejak awal memimpin pemerintahan, ia mengaku sengaja melibatkan banyak profesor dan pakar untuk mengisi jabatan-jabatan strategis.


Menurutnya, kebijakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa persoalan bangsa membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan pengalaman para ahli.


"Saya dari awal sadar peran penting para ilmuwan, para guru besar. Karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," katanya.

 

Bukan Teknologi yang Menentukan, Tetapi Orang di Baliknya


Dalam pidatonya, Presiden juga mengibaratkan seorang pemimpin sebagai nakhoda kapal yang membutuhkan awak terbaik agar perjalanan menuju tujuan dapat berlangsung dengan selamat.


Menurutnya, keberhasilan suatu negara tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi modern atau peralatan canggih, melainkan kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.


"It is not the technology, it is not the equipment. It is the man and the woman behind the equipment. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih kalau pilotnya tidak handal," tegas Prabowo.

 

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa investasi terbesar bangsa harus diarahkan pada peningkatan kualitas manusia, termasuk melalui pendidikan tinggi dan riset.


Ajak Sivitas Akademika Bersatu Membangun Indonesia


Selain menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, Prabowo juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengedepankan persamaan tujuan dibandingkan perbedaan pandangan.


Ia meyakini seluruh akademisi yang hadir memiliki semangat yang sama, yakni mencintai Indonesia dan ingin melihat bangsa ini menjadi lebih maju.


"Saya beranggapan di sini semuanya adalah anak Indonesia yang cinta bangsanya dan rakyatnya."

 

Dengan semangat tersebut, Presiden berharap kampus-kampus di Indonesia mampu menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan solusi bagi berbagai tantangan nasional.


"Dalam perbedaan ini kita harusnya bisa mencari titik-titik kebersamaan," ujarnya.

 

Belajar dari Sejarah Bangsa-Bangsa Besar


Untuk memperkuat pesannya, Prabowo mengutip pelajaran dari sejarah dunia. Menurutnya, banyak negara gagal mencapai potensi terbaiknya karena para elite, pemikir, dan akademisinya tidak mampu bekerja sama.


Sebaliknya, bangsa-bangsa yang berhasil bangkit adalah mereka yang mampu menyatukan kekuatan para pemimpin, ilmuwan, dan kelompok intelektual demi kepentingan bersama.


"Dari yang saya pelajari dari sejarah, bangsa-bangsa yang elite-nya bisa kerja sama, bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elite-nya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Itu sejarah," kata Prabowo.

 

Melalui Sarasehan Kebangsaan tersebut, Presiden berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan inovasi, memperkuat daya saing nasional, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update