Notification

×

Iklan


 

Iklan

Tabuik Piaman Menuju Panggung Dunia, Sumbar Siapkan Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Selasa, 30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-29T18:59:52Z

Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha usai menghadiri puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026.

SASARAINAFM.MY.ID | PARIAMANTradisi Tabuik yang selama ini menjadi ikon budaya masyarakat Pariaman mulai diarahkan menuju pangakuan dunia. Pemerintah daerah bersama Kementerian Kebudayaan kini mempersiapkan langkah strategis agar Tabuik dapat diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.


Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha saat menghadiri puncak acara Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 di Kota Pariaman, Minggu.


Menurut Giring, pengusulan Tabuik ke UNESCO tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga kajian akademik dan dokumen pendukung yang lengkap agar nilai budaya yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara internasional.


“Pendaftarannya memang melalui Kementerian Kebudayaan, namun kita harus banyak menyusun kajiannya. Kita perlu memastikan seluruh aspek budaya Tabuik terdokumentasi dengan baik,” ujar Giring.

 

Ia menjelaskan, Tabuik memiliki berbagai keunikan yang menjadikannya layak diperkenalkan ke dunia. Mulai dari bentuk tabuik yang kaya ornamen, memiliki unsur sayap, hingga proses pembuatannya yang melibatkan nilai seni, tradisi, dan filosofi masyarakat setempat.


Tidak hanya itu, prosesi mengarak Tabuik hingga penghujung acara dengan menghanyutkannya ke laut menjadi bagian yang memperlihatkan kuatnya hubungan masyarakat Pariaman dengan sejarah dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


“Yang menarik dari Tabuik adalah desainnya, proses pembuatannya, hingga bagaimana masyarakat menjaga tradisi ini tetap hidup. Ini adalah kekayaan budaya yang harus terus dipertahankan,” katanya.

 

Wamenbud juga menilai keberadaan Tabuik bukan hanya menjadi simbol kebudayaan, tetapi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Setiap pelaksanaan Tabuik mampu menarik wisatawan dan menggerakkan berbagai sektor usaha lokal.


Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyambut baik rencana pengusulan Tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pemerintah Kota Pariaman menyatakan siap melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan.


“Kami siap mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan agar Tabuik dapat masuk dalam daftar UNESCO. Ini menjadi kebanggaan masyarakat Pariaman dan Sumatera Barat,” ungkap Yota.

 

Menurutnya, pelaksanaan Tabuik tahun 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Antusiasme masyarakat dan wisatawan meningkat, terlebih dengan hadirnya Wamenbud serta penampilan grup musik Nidji yang turut memeriahkan acara.


Dengan langkah menuju UNESCO ini, Tabuik tidak hanya menjadi pesta budaya tahunan masyarakat Pariaman, tetapi juga berpotensi menjadi identitas budaya Indonesia yang dikenal lebih luas di mata dunia. (de'dio)


 

SASARAINA TV

Live Streaming

LIVE
Watching now
×
Berita Terbaru Update