![]() |
| Tim SAR gabungan memperluas area operasi setelah kondisi cuaca yang sebelumnya buruk mulai memungkinkan proses penyisiran dilakukan secara lebih maksimal. |
Insiden tersebut terjadi pada Rabu (1/7) saat korban bersama ibunya mencari kayu bakar di sekitar kawasan Muara Simatalu. Saat itu, Anjel meminta izin untuk mandi di tepian muara. Namun hanya beberapa menit kemudian, sang ibu menyadari putrinya sudah tidak terlihat.
Warga setempat langsung melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga beberapa jam kemudian korban belum berhasil ditemukan. Keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mentawai pada Kamis (2/7) pukul 14.00 WIB.
Merespons laporan itu, Basarnas Mentawai segera mengerahkan Tim Rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 61 mil laut dari Dermaga Tuapeijat.
Dalam perjalanan menuju lokasi, tim menghadapi tantangan cuaca berupa gelombang laut setinggi 2,5 hingga 3 meter yang memaksa kapal penyelamat berlindung sementara di Dermaga Pei-Pei sebelum kembali melanjutkan operasi.
Memasuki hari kedua, operasi pencarian ditingkatkan dengan memperluas area penyisiran di laut maupun darat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., mengatakan tim telah memetakan area pencarian hingga 49 mil laut persegi, dengan fokus utama pada radius sekitar 14 mil laut dari titik lokasi kejadian.
"Hari ini operasi SAR kami maksimalkan dengan memetakan area pencarian hingga seluas 49 mil laut persegi menggunakan RIB 02, dengan fokus utama pada area sekitar lokasi kejadian. Selain penyisiran di laut, kami juga membagi kekuatan melalui SRU darat bersama masyarakat Simatalu dengan menyisir sepanjang tepian muara dan garis pantai Desa Simatalu," ujar Benteng Hilton Telaumbanua.
Selain mengerahkan personel dan kapal penyelamat, Basarnas Mentawai juga memanfaatkan berbagai peralatan pendukung modern, di antaranya Drone Thermal untuk mendeteksi objek dari udara, serta perangkat komunikasi darurat seperti Personal Locator Beacon (PLB), Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB), telepon satelit, hingga Starlink Portable guna memastikan koordinasi selama operasi berlangsung.
Muara Simatalu sendiri merupakan salah satu kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dikenal memiliki panorama alam yang indah. Namun, masyarakat setempat juga mengenal kawasan tersebut sebagai muara dengan karakter ombak yang besar dan arus yang kuat, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi bagi siapa pun yang beraktivitas di sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. Tim SAR bersama masyarakat berharap Anjel dapat segera ditemukan. (de'dio)


