![]() |
| BPJS Kesehatan Perluas Layanan hingga Daerah Terpencil, Mentawai Jadi Fokus Penguatan Akses JKN |
Program yang menjadi salah satu Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan ini dilaksanakan secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sebanyak 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sementara 379 titik lainnya menyediakan layanan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) berbasis konferensi video.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah dengan akses transportasi, jaringan internet, maupun infrastruktur yang masih terbatas.
Menurutnya, tidak semua masyarakat di Indonesia dapat memanfaatkan layanan digital secara optimal. Karena itu, BPJS Kesehatan mengombinasikan layanan daring melalui VIOLA dengan pelayanan langsung melalui BPJS Keliling agar seluruh peserta JKN tetap memperoleh hak pelayanan yang sama.
"Harapan kami, LANURI mampu memudahkan masyarakat di daerah terpencil untuk mengakses layanan administrasi maupun informasi JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh," ujar Pujo saat peluncuran LANURI dan penutupan Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, Senin (13/7).
VIOLA merupakan layanan administrasi berbasis video conference yang menghubungkan peserta JKN dengan petugas BPJS Kesehatan secara langsung. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk perubahan data kepesertaan, perpindahan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), konsultasi administrasi hingga penyampaian pengaduan.
Pelaksanaan VIOLA didukung berbagai pemangku kepentingan di daerah, mulai dari puskesmas, kantor desa, kecamatan hingga sekolah yang menyediakan fasilitas koneksi bagi masyarakat.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali. Sebagian besar layanan berlangsung di puskesmas, dengan kebutuhan terbanyak berupa penyampaian informasi serta perubahan data FKTP. Mayoritas pengguna layanan berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Selain memperluas akses layanan, BPJS Kesehatan juga melaporkan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi yang telah terealisasi sebesar 91,53 persen.
Program tersebut mencakup delapan agenda utama, terdiri atas empat program Customer Centric yang berfokus pada kebutuhan peserta JKN dan empat program Collaborative yang dijalankan bersama berbagai kementerian, lembaga, serta mitra strategis.
Beberapa program yang telah berjalan di antaranya penguatan layanan JKN di wilayah 3T melalui kerja sama dengan kapal rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan, pemantauan kesehatan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui P-Care MBG, serta penguatan sistem deteksi dini untuk mencegah inefisiensi dan potensi kecurangan (fraud) dalam pembiayaan JKN.
Mentawai Jadi Perhatian dalam Pemerataan Layanan
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, implementasi program tersebut juga terus diperkuat mengingat kondisi geografis daerah yang terdiri dari gugusan pulau dan masuk dalam kategori wilayah 3T.
Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, BPJS Kesehatan menghadirkan BPJS Keliling, layanan administrasi secara daring melalui VIOLA, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, fasilitas kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan agar masyarakat di pulau-pulau terluar tetap memperoleh pelayanan JKN yang mudah, cepat, dan berkualitas.
BPJS Kesehatan juga terus meningkatkan kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Mentawai, termasuk seluruh puskesmas dan RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai, guna memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai standar yang telah ditetapkan.
Tidak hanya mengandalkan layanan administrasi dan fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan juga menerapkan pendekatan berbasis budaya dengan melibatkan tokoh masyarakat adat sebagai mitra dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik sosial dan budaya yang khas.
Didukung Berbagai Pihak
Pelaksanaan LANURI juga mendapat dukungan dari berbagai instansi pemerintah.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menilai jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar hingga pelosok desa dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling.
"Kami akan mendorong seluruh pengurus koperasi di wilayah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga masyarakat dapat menikmati layanan JKN dengan lebih mudah," ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda. Menurutnya, jaringan fasilitas kesehatan TNI, kapal rumah sakit, hingga sekitar 76 ribu personel Babinsa yang tersebar di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor tersebut, BPJS Kesehatan berharap seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah 3T seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, dapat memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang adil, mudah diakses, dan merata sesuai amanat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (de'dio)



.png)
