Notification

×

Iklan


 

Iklan

Empat Jam Menyeberangi Laut Demi Menjemput Mimpi Anak Mentawai, ITB Datangi Rumah Joshua di Mapaddegat

Sabtu, 18 Juli 2026 | Juli 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T03:18:33Z

Dijemput Petinggi ITB, Anak Dusun di Mentawai Raih Kuliah Gratis

SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAI - Bagi sebagian orang, perjalanan sejauh empat jam melintasi lautan mungkin terasa melelahkan. Namun, bagi rombongan Institut Teknologi Bandung (ITB), perjalanan itu justru menjadi awal dari sebuah kisah inspiratif yang lahir dari Kepulauan Mentawai.


Rabu, 24 Juni 2026, sejumlah pimpinan ITB menyeberangi laut dari Kota Padang menuju Pulau Sipora, lalu melanjutkan perjalanan darat hingga tiba di Dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Tujuan mereka bukan menghadiri seremoni besar ataupun meresmikan sebuah proyek, melainkan mengunjungi rumah sederhana seorang pemuda yang berhasil menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


Pemuda itu adalah Joshua First Brilianson Sababalat, putra pasangan Janius Sababalat dan Mertina, yang berhasil mencatat sejarah sebagai putra Mentawai pertama yang diterima di Institut Teknologi Bandung melalui jalur prestasi pada Program Studi Astronomi.


Kedatangan rombongan ITB menghadirkan suasana haru di rumah keluarga Joshua. Sang ibu tak kuasa membendung air mata saat menyambut tamu-tamu istimewa yang datang jauh-jauh dari Bandung hanya untuk memberikan apresiasi kepada putranya. Joshua sendiri mengaku tidak pernah membayangkan perjuangannya selama ini mendapat perhatian langsung dari kampus impiannya.


Kunjungan tersebut pun terasa berbeda dari penjemputan mahasiswa baru pada umumnya. ITB membawa rombongan yang lebih besar, dipenuhi para pejabat dan pimpinan kampus sebagai bentuk penghargaan atas prestasi Joshua.


Rombongan dipimpin Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Prof. Dr.-Ing. Ir. Zulfiadi, S.T., M.T., IPU, yang mewakili Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. Turut hadir Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Dr. Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., Kasubdirektorat Humas dan Publikasi D.Sc.(Tech.) Ir. Imam Santoso, S.T., M.Phil., pegiat pariwisata Nofrins Napilus, serta sejumlah civitas akademika ITB.


Kehadiran rombongan juga disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hampir seluruh kepala organisasi perangkat daerah hadir bersama jajaran pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai, Martinus, ditunjuk mewakili Bupati Mentawai yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan.


Dalam kesempatan itu, Prof. Zulfiadi menyampaikan salam sekaligus ucapan selamat dari Rektor ITB kepada Joshua. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Rektor tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda mendadak, meskipun sebelumnya telah menjadwalkan kunjungan ke Mentawai.


Menurut Zulfiadi, keberhasilan Joshua membuktikan bahwa kualitas dan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh letak geografis tempat mereka dilahirkan.


"ITB adalah milik seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada. Asalkan rajin, tekun, dan bersungguh-sungguh, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita," ujarnya.

 

Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai, Martinus, menyebut keberhasilan Joshua sebagai kebanggaan besar bagi daerah. Ia menjelaskan Joshua merupakan putra Mentawai kedua yang diterima di ITB, namun menjadi yang pertama berhasil lolos melalui jalur prestasi.


Pemerintah daerah juga mengapresiasi dukungan ParagonCorp yang memberikan beasiswa pendidikan penuh selama empat tahun kepada Joshua, sehingga ia dapat menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.


Senada dengan itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menilai pencapaian Joshua menjadi bukti bahwa keterbatasan wilayah kepulauan tidak menghalangi anak-anak Mentawai untuk bersaing di tingkat nasional.


Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi muda Mentawai agar terus berani bermimpi dan mengejar pendidikan setinggi mungkin.


Dukungan kepada Joshua juga diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ParagonCorp. Melalui perwakilannya, Annisa Kisam, perusahaan berkomitmen mendampingi Joshua selama masa studi serta memberikan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan di ITB.


Di tengah suasana penuh haru, Joshua menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh ITB, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan seluruh pihak yang mendukung perjalanan pendidikannya.


Alumni SMAN 2 Sipora itu berjanji akan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang astronom.


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih cita-cita dan suatu saat nanti bisa kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan Mentawai," ungkap Joshua.

 

Sebagai simbol penyambutan resmi, Dekan FMIPA ITB, Dr. Aep Patah, memakaikan rompi kebesaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam kepada Joshua sekaligus menyerahkan sebuah laptop sebagai bekal menunjang aktivitas akademiknya.


Momentum tersebut juga menjadi penanda semakin eratnya kerja sama antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi putra-putri Mentawai untuk mengakses pendidikan tinggi dan melahirkan generasi unggul dari wilayah kepulauan Indonesia.(de,dio)


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update