![]() |
| Revitalisasi SMPN 2 Sipora Utara Dimulai, Dana APBN Rp1,63 Miliar Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Mentawai (Kolase foto) |
Bantuan yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai fasilitas sekolah agar menjadi lebih aman, nyaman, dan layak digunakan dalam mendukung proses belajar mengajar.
Pengelolaan dana revitalisasi dilakukan langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 2 Sipora Utara sesuai ketentuan yang berlaku.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu sarana pendidikan, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga seluruh peserta didik memiliki kesempatan belajar di lingkungan yang representatif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop Sirirui, sebelumnya menjelaskan bahwa tidak hanya SMP Negeri 2 Sipora Utara yang menerima bantuan tersebut. Tahun 2026, sebanyak 45 sekolah di Mentawai memperoleh alokasi dana revitalisasi dengan besaran yang bervariasi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 sekolah jenjang SD dan 15 sekolah jenjang SMP mendapatkan bantuan revitalisasi," kata Jop, Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, Pengawas Teknis Pembangunan, Angga, mengatakan pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 2 Sipora Utara telah berlangsung sekitar satu bulan dan saat ini memasuki tahap pembongkaran serta perbaikan sejumlah bagian bangunan.
"Beberapa item pekerjaan meliputi rehabilitasi ruang laboratorium, ruang kelas, ruang administrasi dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang, serta perbaikan toilet dan fasilitas sanitasi," ujar Angga saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (24/7/2026).
Ia menegaskan seluruh pekerjaan dilaksanakan mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan agar kualitas bangunan memenuhi standar dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penggantian atap menggunakan seng baru sesuai spesifikasi teknis, serta perbaikan lantai keramik yang mengalami kerusakan. Seluruh material yang digunakan diawasi secara ketat untuk memastikan mutu konstruksi sesuai gambar kerja dan standar teknis yang telah ditetapkan.
Selain itu, pengawasan rutin dilakukan terhadap seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari kualitas material, metode pelaksanaan, hingga hasil akhir pembangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proyek selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi warga sekolah.
Program revitalisasi sekolah sendiri merupakan upaya pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas sarana serta prasarana pendidikan secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada renovasi bangunan yang rusak, revitalisasi juga mencakup peningkatan fasilitas pendukung seperti ruang administrasi, laboratorium, sanitasi, hingga penyediaan sarana pembelajaran yang lebih memadai.
Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik sekaligus mendukung kinerja para tenaga pendidik.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, program revitalisasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan kualitas infrastruktur pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat, sekolah-sekolah di Mentawai diharapkan mampu menyediakan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan berdaya saing. (de'dio)



.png)
