![]() |
| Seleksi Paskibraka Mentawai 2026 Masuki Tahap Penentuan, Pengumuman Peserta Lolos Masih Menunggu Hasil Provinsi |
Penyebabnya, pemerintah daerah masih menunggu hasil seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Barat yang menjadi acuan sebelum menetapkan anggota Paskibraka Kabupaten Mentawai.
Dengan kuota penerimaan yang semakin terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya, ratusan pelajar yang mengikuti seleksi kini menanti keputusan resmi dari panitia provinsi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Joni Anwar, mengatakan pelaksanaan seleksi tahun ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, sehingga seluruh tahapan dilakukan secara transparan dan berbasis sistem.
"Untuk Paskibraka Kabupaten, saat ini kita masih menunggu hasil pengumuman dari provinsi. Setelah hasil tersebut keluar, baru akan kita umumkan peserta yang lolos di tingkat kabupaten," kata Joni Anwar kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Seleksi Paskibraka Mentawai Dilakukan Secara Digital
Joni menjelaskan, tahapan pertama dimulai dari seleksi administrasi sesuai pedoman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sebelum pendaftaran dibuka, Kesbangpol terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Karena kondisi geografis Mentawai yang terdiri dari gugusan pulau, sosialisasi dilakukan secara daring dan diikuti kepala sekolah serta koordinator wilayah pendidikan di seluruh kecamatan.
Pendaftaran dibuka mulai 15 Maret 2026 selama 14 hari melalui aplikasi resmi BPIP. Setiap calon peserta diwajibkan membuat akun pribadi untuk mengunggah seluruh dokumen persyaratan.
"Seluruh persyaratan diunggah langsung ke akun masing-masing, mulai dari tinggi badan, nilai rapor hingga dokumen administrasi lainnya," jelasnya.
Dari 160 Pendaftar, Hanya 108 Lolos Seleksi Administrasi
Pada tahap awal, sebanyak 160 pelajar mendaftarkan diri sebagai calon anggota Paskibraka Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Setelah dilakukan verifikasi administrasi, hanya 108 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti tahapan berikutnya berupa ujian tertulis secara daring.
Menurut Joni, hasil tes tertulis diproses langsung melalui sistem sehingga tidak dapat diintervensi oleh siapa pun.
Peserta yang memperoleh nilai terbaik kemudian melanjutkan ke tahapan seleksi wawancara, tes kesehatan, dan tes jasmani yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta tim medis dari Dinas Kesehatan.
Seleksi Jasmani Digelar di Dua Wilayah
Untuk mengakomodasi kondisi geografis Kepulauan Mentawai, pelaksanaan tes jasmani dibagi menjadi dua lokasi.
Wilayah Siberut melayani peserta dari Kecamatan Siberut Utara, Siberut Barat, Siberut Tengah, Siberut Barat Daya, dan Siberut Selatan.
Sementara wilayah Sipora menjadi lokasi seleksi bagi peserta dari Kecamatan Sipora Utara, Sipora Selatan, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sikakap.
Setelah seluruh tahapan selesai, panitia menggelar rapat pleno penilaian yang melibatkan unsur Kodim 0319/Mentawai, Polres Mentawai, Lanal, serta Dinas Kesehatan untuk merekap seluruh nilai peserta.
Hasil Seleksi Ditentukan Berjenjang hingga BPIP
Rekapitulasi nilai kemudian diunggah oleh admin Kesbangpol ke sistem nasional untuk diverifikasi oleh BPIP.
Hasil seleksi selanjutnya diproses secara berjenjang mulai dari tingkat pusat, kemudian provinsi, hingga akhirnya ditetapkan di tingkat kabupaten.
"Saat ini kita masih menunggu hasil seleksi dari provinsi. Kalau hasilnya sudah keluar, baru kita umumkan peserta yang lolos menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2026," tegas Joni.
Persaingan Semakin Ketat
Seleksi Paskibraka tahun ini berlangsung lebih kompetitif seiring terbatasnya kuota yang tersedia. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik yang prima, tetapi juga harus memenuhi standar akademik, kesehatan, kepribadian, serta wawasan kebangsaan sesuai ketentuan BPIP.
Mereka yang nantinya dinyatakan lolos akan bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sekaligus menjadi duta pelajar yang diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila, disiplin, kepemimpinan, dan nasionalisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (de'dio)



.png)