Notification

×

Iklan


 

Iklan

Viral! Petani Pulang Naik Drone, Inovasi Perkebunan di Tuban Ini Bikin Netizen Takjub

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T16:47:22Z

Viral! Petani Pulang Naik Drone, Inovasi Perkebunan di Tuban Ini Bikin Netizen Takjub (Foto Ilustrasi)

SASARAINAFM.MY.ID | TUBAN Pemandangan tak biasa dari sebuah lahan perkebunan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sukses mencuri perhatian warganet. Sebuah video memperlihatkan seorang pekerja perkebunan diangkut menggunakan drone berukuran besar dari tengah lahan menuju area parkir kendaraan sejauh sekitar 1,5 kilometer.


Video yang diunggah melalui akun TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1 itu langsung viral dan ditonton jutaan kali. Banyak netizen mengaku tak menyangka drone pertanian kini bukan hanya mampu mengangkut pupuk dan air, tetapi juga manusia.


Pemilik akun sekaligus Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), membenarkan bahwa drone dalam video tersebut merupakan milik perusahaannya. Namun, ia menegaskan orang yang diangkut bukan dirinya, melainkan kepala pekerja di lokasi perkebunan.


"Bukan saya yang naik drone. Yang naik drone itu kepala pekerja area. Itu mitra saya," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/7).

 

Menurut Budianto, video tersebut direkam di kawasan Merakurak, Kabupaten Tuban, yang memiliki kondisi lahan cukup ekstrem. Lokasinya berada di kawasan berlumpur dekat pantai dengan akses jalan yang sangat terbatas sehingga kendaraan tidak dapat menjangkaunya.


Karena kesulitan akses itulah, perusahaan memilih memanfaatkan drone pertanian berkapasitas besar sebagai solusi transportasi sekaligus alat distribusi logistik.


"Kalau pakai helikopter tentu tidak mungkin karena biaya dan izinnya sangat besar. Akhirnya kami memanfaatkan drone pertanian yang memang memiliki kapasitas angkut besar," jelasnya.


Awalnya untuk Angkut Air dan Pupuk


Budianto menjelaskan, drone tersebut pada awalnya digunakan untuk membawa air dan pestisida ke area perkebunan. Dengan kemampuan mengangkut hingga 150 liter air atau beban sekitar 150 kilogram, drone kemudian dimodifikasi agar dapat membawa pupuk, bibit tanaman, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.


Tangki penyemprot dilepas dan diganti dengan sistem tali pengikat sehingga berbagai perlengkapan pertanian dapat diangkut menuju lokasi yang sulit dijangkau.


Menurutnya, pemanfaatan drone juga menjadi solusi untuk menarik minat generasi muda bekerja di sektor pertanian.


Ia mengakui banyak anak muda enggan mengangkut pupuk kandang secara manual, meskipun ditawarkan upah yang cukup tinggi. Dengan bantuan drone, pekerjaan berat tersebut dapat diminimalkan sehingga generasi muda lebih tertarik menjadi operator teknologi dibanding harus memikul beban secara langsung.


Harga Setara Mobil SUV


Teknologi tersebut tentu tidak murah. Budianto menyebut harga satu unit drone pertanian berkapasitas besar mencapai sekitar Rp320 juta hingga Rp350 juta, atau setara harga sebuah mobil SUV kelas menengah.


Meski demikian, investasi tersebut dinilai sebanding dengan efisiensi yang diperoleh, terutama untuk operasional di lahan yang sulit diakses kendaraan.


Awalnya Hanya Iseng, Malah Viral


Menariknya, video yang kini viral sebenarnya dibuat tanpa perencanaan khusus.


Budianto mengaku sebelumnya sering mengunggah aktivitas drone mengangkut pupuk maupun bibit tanaman, namun tidak banyak mendapat perhatian.


Sebaliknya, ketika iseng merekam salah seorang pekerja yang diangkut drone menuju tempat parkir, video tersebut justru meledak di media sosial.


"Ternyata responsnya luar biasa. Komentarnya ribuan dan ditonton jutaan kali. Saya juga kaget," katanya.


Keselamatan Tetap Jadi Prioritas


Meski drone mampu mengangkat beban hingga 150 kilogram, Budianto menegaskan proses pengangkutan manusia dilakukan dengan sangat hati-hati.


Drone diterbangkan secara perlahan saat lepas landas maupun mendarat, serta hanya mengangkut satu orang dalam satu penerbangan demi menjaga faktor keselamatan.


Ia juga mengakui bahwa drone tersebut sejatinya tidak dirancang sebagai alat transportasi manusia. Karena itu, hanya pekerja yang bersedia saja yang menggunakan fasilitas tersebut, sementara pekerja lainnya tetap menuju lokasi dengan berjalan kaki.


Viralnya video ini pun memunculkan perbincangan mengenai pemanfaatan teknologi drone di sektor pertanian. Di satu sisi, inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja di lahan yang sulit dijangkau. Namun di sisi lain, aspek keselamatan serta regulasi penggunaan drone untuk mengangkut manusia menjadi perhatian yang perlu dikaji lebih lanjut.


 

🎬 SASARAINA TV

Tekno

×
Berita Terbaru Update