Notification

×

Iklan


 

Iklan

Dari Penobatan Sikerei ke Jalan Madobag-Matotonan, Wabup Jakop Bawa Aspirasi Warga ke Lapangan

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T14:10:47Z

Usai Hadiri Penobatan Sikerei, Wakil Bupati Mentawai Tinjau Jalan Madobag-Matotonan (Foto : Prokopim)

SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAIPelestarian budaya dan pembangunan infrastruktur menjadi dua agenda yang berjalan beriringan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Usai mengikuti prosesi adat penobatan Sikerei, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Jakop Saguruk, S.E., langsung turun ke lapangan meninjau kondisi jalan penghubung Desa Madobag menuju Desa Matotonan, Sabtu (22/8/2026).


Perpindahan agenda dari prosesi adat ke peninjauan infrastruktur tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap dua hal yang sama-sama penting bagi masyarakat Mentawai: menjaga identitas budaya sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga mendapat perhatian.


Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jalan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat mengenai berbagai persoalan akses transportasi yang selama ini mereka hadapi.


Akses Penting bagi Warga Pedalaman


Jalan Madobag-Matotonan memiliki posisi strategis bagi masyarakat. Ruas tersebut menjadi salah satu akses yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat pelayanan serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.


Namun, kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai masih menjadi tantangan, terutama bagi kelancaran mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari.


Di sejumlah titik, Jakop melihat langsung kondisi badan jalan yang membutuhkan perhatian. Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mendapatkan gambaran mengenai kendala yang mereka hadapi saat menggunakan akses tersebut.


Menurut Jakop, pembangunan infrastruktur harus berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Pemerintah tidak cukup hanya melihat perencanaan di atas kertas, tetapi perlu mengetahui langsung kebutuhan masyarakat.


“Kita harus melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jalan ini sangat penting bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Pemerintah akan terus berupaya mendorong pembangunan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jakop.


Jalan Bukan Sekadar Penghubung


Bagi masyarakat Madobag dan Matotonan, jalan bukan hanya jalur transportasi. Ketersediaan akses yang memadai berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan dasar masyarakat.


Akses jalan yang lebih baik dapat mempermudah warga menuju pusat pelayanan, memperlancar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat, sekaligus membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi lokal.


Karena itu, Jakop menilai peningkatan konektivitas antarwilayah menjadi bagian penting dalam mengurangi kesenjangan pembangunan, terutama di kawasan pedalaman.


Ia menegaskan keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan kesempatan pembangunan yang berbeda.


Budaya dan Infrastruktur Berjalan Bersama


Agenda Jakop pada hari itu memiliki pesan tersendiri. Setelah menghadiri penobatan Sikerei, yang merupakan bagian penting dari tradisi dan identitas masyarakat Mentawai, ia melanjutkan perjalanan untuk melihat persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat.


Dua agenda tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Mentawai tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana pembangunan tetap berpijak pada identitas dan kearifan lokal masyarakat.


Pelestarian budaya menjadi bagian dari menjaga jati diri Mentawai, sementara pembangunan infrastruktur menjadi fondasi untuk membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Jakop juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan.


Menurutnya, persoalan konektivitas membutuhkan kerja bersama agar setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya peningkatan akses dan konektivitas antarwilayah.


Dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, aktivitas ekonomi berkembang dan keterisolasian wilayah dapat dikurangi secara bertahap.


Peninjauan jalan Madobag-Matotonan pun menjadi gambaran nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat—datang dari ruang adat, kemudian menyusuri jalan untuk melihat langsung kebutuhan warga.


Sebab bagi masyarakat pedalaman Mentawai, jalan yang baik bukan sekadar urusan infrastruktur. Ia adalah jalan menuju pelayanan, ekonomi, kesempatan dan masa depan yang lebih terbuka.


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update