Notification

×

Iklan


 

Iklan

Mentawai Siapkan Kawasan Wisata 5.000 Hektare Berkonsep Luxury Eco Resort, Bidik Pasar Pariwisata Dunia

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-11T13:47:55Z

Ikang Fawzi dan Katon Terlibat! Riyadh Group Indonesia Kembangkan 5.000 Ha di Mentawai jadi Luxury Eco Resort 

SASARAINAFM.MY.ID | JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menggandeng kelompok usaha nasional Riyadh Group Indonesia (RGI) untuk mengembangkan kawasan destinasi wisata terpadu seluas sekitar 5.000 hektare di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.


Pengembangan kawasan tersebut dirancang dengan konsep Luxury Eco Resort yang menggabungkan pariwisata, investasi, teknologi, energi terbarukan, transportasi, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.


Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, SH, MH dan Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia Bally Saputra Datuk Janosati di Jakarta, Senin (10/8/2026).


Dalam kerja sama tersebut, RGI akan bertindak sebagai master developer atau pengembang utama yang menangani aktivitas investasi, pengembangan, serta pemasaran kawasan destinasi wisata tersebut.


Bukan Sekadar Kawasan Wisata


Konsep yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan destinasi wisata. Kawasan tersebut dirancang sebagai kawasan terpadu berstandar internasional dengan pendekatan eco-green yang mengedepankan kelestarian lingkungan.


Sejumlah fasilitas pendukung juga direncanakan dibangun untuk menunjang aktivitas kawasan.


Di sektor energi, misalnya, akan dikembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) beserta jaringan listriknya.


Selain itu, pengembangan kawasan mencakup pusat data atau data center, jaringan komunikasi data, fasilitas pengolahan air bersih, digitalisasi sistem pendukung, perikanan, budidaya laut dan hilirisasinya.


Sarana transportasi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan, mulai dari pelabuhan, kapal fiber hingga bandar udara.


Mentawai Didorong Jadi Kawasan Berdaya Saing Global


Dikutip dari posmetropadang.co.id, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana mengatakan, pemerintah daerah ingin mendorong kawasan destinasi wisata tersebut beserta fasilitas pendukungnya agar dapat diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memiliki daya saing.


“Kami ingin mendorong kawasan destinasi wisata ini beserta sarana pendukungnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berdaya saing,” kata Rinto.


Menurut Rinto, seluruh tahapan perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kawasan akan menggunakan pendekatan ekosistem terintegrasi.


Ekosistem tersebut mencakup sektor energi, air, transportasi dan pariwisata yang akan didukung pemanfaatan teknologi Economic Intelligence dan Artificial Intelligence (AI).


Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, keberlanjutan atau sustainability, serta daya saing kawasan dengan standar global.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga akan memberikan dukungan dalam hal legalitas lahan, pembangunan infrastruktur jalan serta kemudahan perizinan sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.


Dukungan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian kepada calon investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang akan berinvestasi di kawasan tersebut.


RGI Siapkan Master Plan Kawasan


Presiden Direktur RGI Bally Saputra mengatakan, pihaknya sebagai master developer akan melakukan pembelian, sewa maupun kerja sama atas lahan sekitar 5.000 hektare yang akan dikembangkan.


RGI juga akan membantu pengurusan berbagai perizinan yang dibutuhkan investor untuk melakukan pengembangan di dalam kawasan destinasi wisata maupun fasilitas pendukungnya.


“Kami telah membuat semua perencanaan kawasan (master plan) yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan baik darat maupun lautnya,” ujar Bally.


Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tersebut akan tetap memperhatikan ekosistem ekonomi serta pemberdayaan sosial masyarakat sekitar.


Penerapan konsep eco-green resort juga akan diintegrasikan dengan ketahanan pangan kawasan. Konsep tersebut dirancang seperti food estate dalam skala resor untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik kawasan secara mandiri.


Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal


Bally menegaskan, pengembangan kawasan juga akan memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam operasional kawasan.


RGI berkomitmen menerapkan sistem meritokrasi dalam penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan operasional.


Langkah tersebut diharapkan dapat membuat manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan tidak hanya dirasakan oleh investor, tetapi juga masyarakat Kepulauan Mentawai.


Dorong Sister City Mentawai-Miami-Hawaii


Visi RGI terhadap pengembangan Mentawai juga diarahkan hingga ke tingkat internasional.


Bally Saputra mengatakan, ke depan pihaknya akan mendorong terwujudnya kerja sama Sister City antara Mentawai, Miami dan Hawaii, yang disebut sebagai M2H.


Kerja sama tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi Mentawai sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.


Dengan luas pengembangan sekitar 5.000 hektare, konsep Luxury Eco Resort, dukungan energi terbarukan, teknologi digital, infrastruktur transportasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pengembangan kawasan pariwisata berskala besar di Kepulauan Mentawai.


Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan tersebut tidak hanya menawarkan destinasi wisata, tetapi juga dapat membentuk ekosistem ekonomi baru yang mengintegrasikan pariwisata, investasi, teknologi, energi, perikanan, transportasi dan masyarakat lokal.(de'dio)


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update