![]() |
| KN SAR Ramawijaya 240 Terbakar Saat Docking di Jakarta, Operasional SAR Mentawai Berpotensi Terdampak |
Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Tuna Raya Kavling 1, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Informasi kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 19.58 WIB, dengan objek yang terbakar berupa satu unit kapal KN SAR Ramawijaya 240 yang sedang berada dalam proses docking.
Petugas dari Pos Pemadam Muara Baru langsung dikerahkan ke lokasi. Unit pertama tiba sekitar pukul 20.01 WIB, dan proses pemadaman dimulai dua menit kemudian. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 25 personel diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api. Hingga laporan awal diterima, proses pemadaman masih berlangsung.
"Kami sedang menunggu informasi dari kapten kapal terkait kejadian ini," ujar Benteng Hilton Telaumbanua.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh awak kapal maupun petugas yang berada di lokasi saat kejadian dilaporkan selamat.
Hingga kini, penyebab kebakaran, tingkat kerusakan kapal, maupun dampaknya terhadap kesiapan operasional Basarnas masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena KN SAR Ramawijaya 240 merupakan salah satu armada strategis Basarnas yang selama ini berperan penting dalam mendukung operasi penyelamatan di wilayah barat Sumatera, terutama di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sebagai daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut, Mentawai memiliki tantangan geografis yang tinggi. Cuaca ekstrem, gelombang besar, serta padatnya aktivitas pelayaran antarpulau membuat kehadiran kapal SAR berkapasitas besar seperti KN SAR Ramawijaya 240 menjadi elemen vital dalam mempercepat respons terhadap berbagai kondisi darurat di laut.
Meski belum diketahui sejauh mana kerusakan yang dialami kapal, insiden ini berpotensi memengaruhi kesiapsiagaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Mentawai apabila proses perbaikan membutuhkan waktu yang panjang.
Sementara itu, Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan insiden dan menunggu laporan resmi dari pihak kapal serta hasil investigasi yang dilakukan oleh instansi terkait.(de'dio)




.png)
