Notification

×

Iklan


 

Iklan

Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pemborosan, Justru Investasi Masa Depan Bangsa

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T14:22:19Z

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

SASARAINAFM.MY.ID | JAKARTA  – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia, bukan pemborosan anggaran seperti yang dituding sejumlah pihak.


Dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Presiden mengaku heran karena program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia justru menuai kritik, sementara kebocoran kekayaan negara dalam jumlah sangat besar selama puluhan tahun dinilai tidak banyak mendapat sorotan.


Menurut Prabowo, selama lebih dari tiga dekade kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri tanpa memicu perhatian serius dari banyak kalangan. Sebaliknya, ketika pemerintah mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, kebijakan tersebut justru dianggap sebagai bentuk pemborosan.


"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia dan dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, tidak ada yang komentar," ujar Prabowo.

 

Presiden menilai program MBG memiliki tujuan yang sangat jelas, yakni mengatasi persoalan gizi buruk dan menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan nasional. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat membantu anak-anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan agar lebih siap mengikuti proses belajar.


Prabowo juga menanggapi berbagai kritik yang menyebut program tersebut berpotensi membebani keuangan negara hingga memicu pelemahan ekonomi.


Menurutnya, anggapan bahwa pemberian makanan bergizi kepada masyarakat rentan akan menyebabkan ekonomi kolaps merupakan pandangan yang tidak berdasar.


"Kita mau memberi makan kepada anak-anak, kepada ibu-ibu hamil, kepada orang-orang lansia. Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros," katanya.


Presiden menegaskan pemerintah memandang pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sebagai bagian dari investasi strategis untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan mampu bersaing di masa depan.


Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa arah pembangunan ekonomi dan politik Indonesia tetap berlandaskan pemikiran para pendiri bangsa yang dinilai masih sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman.


Menurut Prabowo, fondasi ekonomi yang dibangun para pendiri bangsa mengutamakan kesejahteraan rakyat dan menjadi pedoman penting dalam setiap kebijakan pemerintah.


"Saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita masuk akal. Saya punya keyakinan bahwa itu benar," tegas Presiden.

 

Melalui pernyataan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi negara untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam jangka panjang.(de'dio)


 

Tekno

Berita Mentawai

LIVE SASARAINA TV
×
Berita Terbaru Update