![]() |
| Sumbar Perangi Sampah dari Hulu, Kantor dan Sekolah Kini Wajib Kelola Sampah Sendiri |
Gerakan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah ini diawali dengan apel bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kegiatan dibuka Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, yang memberikan arahan secara daring.
Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus diselesaikan bersama. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.
"Program ASRI dari Presiden adalah program yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kita semua. Persoalan besar di daerah ataupun nasional adalah masalah sampah. Di sepanjang saya hidup, baru kali ini ada presiden yang fokus ke penanganan sampah," ujar Mahyeldi.
Ia mengingatkan bahwa dampak dari buruknya pengelolaan sampah akan jauh lebih mahal dibandingkan upaya pencegahannya. Lingkungan yang bersih dan tertata, kata dia, akan menciptakan rasa aman, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi seluruh warga.
"Biaya ketidakpatuhan kita akan penanganan sampah adalah akibat kita tidak menjaga lingkungan. Lingkungan yang aman membawa kenyamanan bagi masyarakat, lingkungan yang sehat membawa masyarakat semakin hidup, lingkungan yang indah adalah cerminan masyarakat yang peduli akan keindahan. Menjaga kebersihan ini adalah tanggung jawab semua, tidak hanya petugas," tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini menerapkan kebijakan agar seluruh kantor pemerintahan dan sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing. Setiap instansi didorong mengolah sampahnya sendiri sejak dari sumbernya.
"Kita sudah memprogramkan kantor di provinsi dan sekolah tidak boleh membuang sampahnya keluar kantornya. Maksudnya sampah harus bisa diolah sendiri di kantor dan sekolah," tambah Mahyeldi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, mengatakan Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni tingkat RT dan RW, sehingga budaya peduli lingkungan tumbuh dari masyarakat.
"Program ini merupakan arahan Presiden agar seluruh kementerian dan seluruh kepala daerah menggerakkan Indonesia Asri berupa pengelolaan sampah mulai paling bawah di tingkat RT/RW, serta membudayakan kesadaran peduli lingkungan," jelas Safrizal.
Selain apel, rangkaian kegiatan di Pantai Cimpago juga diisi dengan aksi bersih-bersih pantai, pembagian bibit pohon kepada masyarakat, donor darah, serta pasar murah yang melibatkan pelaku UMKM dan Perum BULOG untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap budaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dari sumbernya dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan perkantoran, sekolah, hingga permukiman. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan Sumatera Barat yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.(de'dio)



.png)
