![]() |
| Delapan Tahun Bawaslu Mentawai: Perkuat Pengawasan, Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Demokrasi |
Peringatan delapan tahun Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia yang berakar dari pelantikan serentak komisioner pada 15 Agustus 2018 itu mengusung tema “Mengawal Demokrasi, Menguatkan Pengawasan.”
Bagi Bawaslu Mentawai, tema tersebut bukan sekadar slogan. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pengawasan, serta memastikan proses demokrasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai berjalan secara bersih, transparan, berintegritas, dan berkeadilan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nasrullah, mengatakan memasuki usia ke-8, pihaknya berkomitmen memperkuat pelaksanaan tugas dan kewenangan, khususnya dalam aspek pencegahan dan pengawasan, baik pada masa non-tahapan maupun tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Menurutnya, pengawasan demokrasi tidak cukup hanya dilakukan oleh jajaran Bawaslu. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan keberanian untuk ikut mengawasi setiap proses demokrasi.
“Bawaslu Mentawai berkomitmen untuk memasifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan pengawasan, penindakan pelanggaran, serta penyelesaian sengketa proses Pemilu dan Pemilihan,” ujar Nasrullah.
Ia menilai, semakin banyak masyarakat memahami tugas dan kewenangan Bawaslu, semakin besar pula peluang terwujudnya pengawasan Pemilu yang partisipatif.
“Ini penting dilakukan agar masyarakat semakin mengetahui tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek demokrasi, tetapi juga menjadi subjek dan bagian penting dalam pengawasan Pemilu,” katanya.
Pengawasan Pemilu Butuh Kolaborasi
Nasrullah menegaskan Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal demokrasi. Untuk itu, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu agenda penting ke depan.
Sinergi akan terus dibangun bersama KPU, Pemerintah Daerah, Forkopimda, instansi pemerintah, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga kelompok masyarakat lainnya.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting untuk bersama-sama menciptakan demokrasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang bersih, transparan, berintegritas, dan berkeadilan,” tuturnya.
Kebutuhan kolaborasi tersebut semakin penting mengingat Mentawai memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang berbeda dibandingkan daerah lain.
Jarak antarpulau, akses transportasi, serta kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pengawasan. Karena itu, keterlibatan masyarakat di setiap wilayah dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam memastikan pengawasan berjalan efektif.
“Pengawasan Pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tersendiri. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi,” ujarnya.
Estafet Pengawasan dari Generasi Sebelumnya
Dalam momentum HUT ke-8 tersebut, Bawaslu Mentawai juga memberikan penghargaan kepada jajaran komisioner periode 2018–2023 yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam perjalanan kelembagaan pengawasan Pemilu di Mentawai.
Nasrullah menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, integritas, dan pengabdian yang telah diberikan para pimpinan periode sebelumnya.
Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bagian dari sejarah sekaligus estafet perjuangan untuk membangun sistem pengawasan Pemilu yang semakin kuat di Kepulauan Mentawai.
“Kami akan terus melanjutkan estafet tersebut dengan semangat yang sama, yaitu menjaga integritas, memperkuat pencegahan, meningkatkan kualitas pengawasan, serta membangun kolaborasi untuk demokrasi yang lebih baik,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh stakeholder, instansi pemerintah, lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat Mentawai yang selama ini mendukung tugas Bawaslu.
Berbagai ucapan HUT ke-8 yang disampaikan melalui video, flyer, papan bunga, maupun bentuk dukungan lainnya, menurut Nasrullah, merupakan bentuk kepercayaan sekaligus motivasi bagi jajaran Bawaslu untuk terus memberikan pengabdian terbaik.
Bawaslu Ingin Semakin Dekat dengan Masyarakat
Memasuki tahun kedelapan, Bawaslu Mentawai menargetkan penguatan kelembagaan berjalan beriringan dengan peningkatan kedekatan bersama masyarakat.
“Pada usia ke-8 ini, kami berharap Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai semakin profesional, berintegritas, kuat secara kelembagaan, serta semakin dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.
Nasrullah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sebab, demokrasi yang bersih dan berintegritas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu. Partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan setiap tahapan demokrasi berjalan sesuai aturan.
Semangat tersebut sejalan dengan tagline Bawaslu, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.”
Bagi Bawaslu Mentawai, delapan tahun bukan sekadar angka perjalanan kelembagaan. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pengawasan demokrasi harus terus diperkuat dan dilakukan bersama masyarakat, demi menghadirkan demokrasi yang semakin berkualitas di Kepulauan Mentawai.



.png)
