![]() |
| Bupati Mentawai Lantik Pj Kepala Desa Matotonan dan Madobag, Tekankan Pelestarian Budaya dan Kehati-hatian Kelola Dana Desa (Foto : Prokopim) |
Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., melantik dan mengambil sumpah/janji Elmelius Sabaggalet, S.Sos. sebagai Pj. Kepala Desa Matotonan dan Seltius Sibulatnia sebagai Pj. Kepala Desa Madobag, Rabu (20/8/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti, serta program pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pengangkatan kedua Pj. Kepala Desa tersebut tercantum dalam Lampiran Keputusan Bupati Kepulauan Mentawai Nomor 100.3.3.2-383 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Desa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2026.
Matotonan dan Kekuatan Budaya Sikerei
Dalam arahannya, Bupati Rinto Wardana mengingatkan kedua pejabat yang dilantik bahwa jabatan tersebut merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar.
Pj. Kepala Desa diminta memastikan pelayanan publik tetap berjalan, program pembangunan dilaksanakan sesuai aturan, serta komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat dibangun secara terbuka.
“Jalankan amanah ini dengan baik. Utamakan kepentingan masyarakat, jaga integritas dan pastikan pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik. Bangun koordinasi dengan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh unsur masyarakat,” ujar Rinto.
Namun, perhatian khusus diberikan Bupati kepada Desa Matotonan. Ia meminta Pj. Kepala Desa yang baru tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap kekayaan budaya yang menjadi identitas desa tersebut.
Matotonan dikenal sebagai desa budaya sekaligus desa wisata adat Mentawai. Tradisi dan nilai-nilai adat masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk keberadaan Sikerei sebagai salah satu identitas penting budaya Mentawai.
Menurut Rinto, kekayaan tersebut merupakan aset yang harus dijaga sekaligus dikembangkan secara bijaksana.
“Matotonan ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ini harus kita jaga. Desa Matotonan adalah desa wisata adat Mentawai, sehingga keberadaan budaya dan Sikerei harus diperhatikan dan dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai adat yang ada,” tegasnya.
Ia berharap potensi budaya dan wisata adat Matotonan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan wisata budaya, kata Bupati, harus tetap berpijak pada nilai dan kearifan lokal agar kemajuan pariwisata tidak menghilangkan identitas masyarakat Matotonan.
Pj. Kades Diingatkan Soal Uang Desa
Di sisi lain, Rinto kembali memberikan penekanan terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), termasuk Dana Desa.
Ia meminta para Pj. Kepala Desa berhati-hati dalam menggunakan anggaran karena seluruh dana yang dikelola pemerintah desa merupakan bagian dari keuangan negara yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya tidak bosan-bosan mengingatkan kepada para kepala desa maupun Pj. Kepala Desa, hati-hati dalam menggunakan anggaran desa. Ikuti aturan, lakukan perencanaan dengan baik, transparan dan pastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bupati.
Pengelolaan anggaran, lanjutnya, harus dilakukan melalui perencanaan yang matang dan koordinasi dengan perangkat desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Masyarakat juga perlu dilibatkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Kehati-hatian tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahan administrasi maupun penyalahgunaan anggaran yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat dan pemerintah desa.
Pemerintah Desa Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Bupati menegaskan, pemerintah desa merupakan ujung tombak pelayanan publik karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap pejabat yang diberikan amanah harus mampu bekerja secara profesional, terbuka, berintegritas dan bertanggung jawab.
Khusus untuk Matotonan, Bupati mengajak masyarakat bersama-sama mendukung kepemimpinan Elmelius Sabaggalet agar berbagai agenda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan optimal.
Dukungan masyarakat dinilai penting, terutama dalam menjaga pelayanan publik, pembangunan desa serta pelestarian budaya dan adat Mentawai.
Sementara bagi Desa Madobag, kehadiran Pj. Kepala Desa Seltius Sibulatnia diharapkan mampu memastikan pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan efektif selama masa penugasan.
Pelantikan kedua Pj. Kepala Desa tersebut pada akhirnya bukan hanya soal mengisi posisi kepemimpinan. Lebih jauh, momentum ini menjadi bagian dari upaya memastikan pemerintahan desa tetap hadir, pembangunan terus bergerak, dan potensi lokal—terutama budaya di Matotonan—dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Siberut Selatan.



.png)
