
Bupati Mentawai Rinto Wardana saat bertemu Ketua KONI Sumbar, Hamdanus di Tuapejat
SASARAINAFM.MY.ID | MENTAWAI — Kabupaten Kepulauan Mentawai mulai menyiapkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI yang akan digelar Oktober 2026. Selain memastikan pertandingan berjalan sukses, pemerintah daerah menempatkan kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai perhatian utama selama perhelatan berlangsung.
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana menegaskan, ribuan atlet, official, dan tamu dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat akan datang ke Mentawai. Kondisi tersebut harus diantisipasi dengan sistem kebersihan yang terorganisir di setiap lokasi pertandingan.
“Tim kebersihan harus dibentuk untuk melakukan pembersihan dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Rinto saat bertemu Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus, didampingi Ketua KONI Mentawai Ali Nurdin, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, kebersihan menjadi bagian penting dalam memberikan kenyamanan kepada para atlet dan pengunjung selama berada di Mentawai. Terlebih, Mentawai dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Barat.
“Menjaga kebersihan sangat penting untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke Mentawai, terutama para atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar,” katanya.
Ribuan Atlet, Potensi Sampah Harus Diantisipasi
Rinto menyebut jumlah orang yang akan datang ke Mentawai selama Porprov tidak sedikit. Karena itu, potensi peningkatan volume sampah di sekitar venue pertandingan, pusat keramaian, maupun kawasan wisata harus diantisipasi sejak awal.
“Mentawai merupakan salah satu daerah pariwisata. Untuk menjaga kenyamanan pengunjung tentu kita perlu menjaga kebersihan selama pelaksanaan Porprov. Yang akan datang bukan ratusan, tetapi ribuan atlet,” ujarnya.
Ia meminta persoalan sampah tidak dianggap sebagai persoalan kecil dalam penyelenggaraan Porprov. Tim kebersihan nantinya diharapkan bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan sampah di setiap venue dapat segera ditangani.
“Kebersihan selama pelaksanaan Porprov harus kita canangkan, agar sampah yang berserakan di setiap venue dapat diselesaikan oleh tim kebersihan yang sudah dibentuk,” tegasnya.
Budaya Bersih Harus Berlanjut Setelah Porprov
Menurut Rinto, gerakan menjaga kebersihan tidak boleh berhenti ketika Porprov berakhir. Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi kebiasaan bersama masyarakat.
Ia mengatakan, upaya menjaga kebersihan sebelumnya juga telah dilakukan pemerintah daerah di sejumlah kecamatan, termasuk kawasan pusat pemerintahan kabupaten.
“Kita harus menjaga kebersihan bersama, baik di lingkungan keluarga, perkantoran, tempat keramaian, dan terutama di kawasan wisata,” katanya.
Pemkab Kepulauan Mentawai berharap penyelenggaraan Porprov Sumbar 2026 nantinya tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi para tamu.
Targetnya jelas: Mentawai sukses menjadi tuan rumah, sukses menyelenggarakan pertandingan, sekaligus sukses memastikan tidak ada sampah yang berserakan selama perhelatan olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.


.png)
