Notification

×

Iklan


 

Iklan

Mitos Bayi Sering Ngeces karena Ngidam Ibu Tak Terpenuhi, Benarkah? Ini Penjelasan Medis

Sabtu, 11 Juli 2026 | Juli 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-11T09:25:00Z

Mitos Bayi Sering Ngeces karena Ngidam Ibu Tak Terpenuhi, Benarkah? Ini Penjelasan Medis ( Foto Ilustrasi )

SasarainaFM.My.id | Jakarta Kepercayaan bahwa bayi yang sering mengeluarkan air liur atau ngeces disebabkan karena keinginan (ngidam) sang ibu saat hamil tidak terpenuhi masih banyak dipercaya masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Padahal, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara mitos tersebut dengan kondisi bayi.


Secara medis, bayi yang sering ngeces merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal, terutama saat memasuki usia tiga hingga enam bulan. Pada fase ini, produksi air liur meningkat, sementara kemampuan bayi untuk mengendalikan otot-otot di sekitar mulut dan menelan air liur belum berkembang secara sempurna.


Dikutip dari hellosehat.com, anggapan bahwa bayi sering ngeces akibat ngidam ibu yang tidak terpenuhi hanyalah mitos yang berkembang di masyarakat. Tidak terpenuhinya keinginan ibu selama masa kehamilan tidak memengaruhi produksi air liur maupun perkembangan organ mulut bayi.


Pada bayi berusia di bawah dua tahun, koordinasi otot mulut dan kemampuan menelan masih terus berkembang. Akibatnya, sebagian air liur yang diproduksi tidak seluruhnya tertelan sehingga keluar melalui mulut dan terlihat sebagai kondisi bayi yang sering ngeces.


Selain faktor perkembangan organ mulut, kebiasaan bayi memasukkan tangan, jari, maupun berbagai benda ke dalam mulut juga menjadi penyebab meningkatnya produksi air liur. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari proses eksplorasi lingkungan yang normal pada masa awal kehidupan.


Produksi air liur juga biasanya meningkat ketika bayi mulai memasuki masa pertumbuhan gigi atau teething. Meski demikian, setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda sehingga tidak semua mengalami intensitas ngeces yang sama.


Walaupun umumnya tidak berbahaya, orang tua tetap perlu meningkatkan kewaspadaan apabila bayi mengeluarkan air liur secara berlebihan disertai gejala lain, seperti kesulitan menelan, demam tinggi, tampak kesakitan, atau kondisi tubuh yang semakin lemah. Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.


Tenaga kesehatan mengingatkan pentingnya membedakan antara mitos dan fakta dalam merawat bayi. Dengan memahami informasi kesehatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, orang tua dapat mengambil keputusan yang tepat, merasa lebih tenang, serta tidak mudah terpengaruh oleh kepercayaan turun-temurun yang belum terbukti secara medis. (de'dio)


 

🎬 SASARAINA TV

Tekno

×
Berita Terbaru Update