Notification

×

Iklan


 

Iklan

Prabowo Minta Kepala Daerah hingga Aparat Kawal Ketat Program Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Penyelewengan

Jumat, 10 Juli 2026 | Juli 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-10T15:35:34Z

Prabowo Minta Kepala Daerah hingga Aparat Kawal Ketat Program Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Penyelewengan

SASARAINAFM.MY.ID | LOMBOK BARAT  – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras terhadap potensi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, Presiden menegaskan bahwa program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia tidak boleh menjadi sasaran praktik korupsi atau penyalahgunaan.


Prabowo secara khusus meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, camat hingga kepala desa, turun langsung mengawasi operasional setiap dapur MBG di wilayah masing-masing.



"Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa," tegas Prabowo.


Tak hanya pemerintah daerah, Presiden juga menginstruksikan jajaran TNI dan Polri, mulai dari Komandan Distrik Militer (Dandim), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), hingga Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), ikut memastikan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.


Prabowo meminta setiap indikasi penyimpangan segera dilaporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), bahkan bila diperlukan dapat disampaikan langsung kepada dirinya.


"Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang, ngomong ke TikTok langsung, aku kirim tim untuk selesaikan," ujarnya.


Menurut Presiden, pengawasan dilakukan semata-mata untuk menjaga kualitas program, bukan dimanfaatkan sebagai ajang mencari keuntungan pribadi ataupun meminta setoran kepada pengelola.


Ia juga menilai masyarakat kini memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya program pemerintah melalui media sosial dan perangkat digital yang dimiliki.


"Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang kalau mau nyolong ada saja," katanya.


Selain menyoroti aspek pengawasan, Prabowo mengingatkan agar kualitas dan porsi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak dikurangi. Ia menegaskan pembagian lauk, khususnya ayam, harus tetap sesuai ketentuan dan tidak diperkecil demi menghemat biaya.


Presiden juga meminta penyedia menu lebih mengutamakan telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar maupun telur orak-arik agar jumlah protein yang diterima anak-anak tetap optimal.


Bagi Prabowo, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.


"Sel otaknya harus berkembang dengan baik, sel tulangnya harus baik, sel ototnya harus baik. Dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, pekerja yang baik, ilmuwan, atau dokter. Kalau dari kecil makan yang tidak bagus, nanti tidak maksimal," katanya.


Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, hingga pertengahan 2026 Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat, atau 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima. Pemerintah menargetkan cakupan program terus diperluas sembari memperkuat sistem pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.(de'dio)


 

🎬 SASARAINA TV

Tekno

×
Berita Terbaru Update